Kecuk menyebutkan, hingga saat ini masih sulit untuk mengumpulkan penjualan dari pelaku usaha meskipun pihaknya sudah bekerja sama dengan asosiasi e-commerce seperti iDEA. Karena iDEA hanya bisa memberikan daftar list perusahaan tapi tidak bisa untuk transaksi sehingga harus melakukan pendekatan lebih lagi kepada pelaku usaha.
"Jumlah perusahaan kan kalau kita ke iDEA mereka udah punya list dari pelaku e-commerce. Yang kami mau adalah total omzet, transaksi, nanti kan kita bisa tahu jenis barang apa saja yang diminati oleh konsumen itu. Kalau dilihat sekarang itu kan barang-barang yang berkaitan dengan traveling, beli tiket, pesen hotel, dan sebagainya. Kalau pun kita ngomong barang mungkin handphone, jam tangan," jelasnya.
Baca juga: Rudiantara: Jualan di Facebook dan Instagram Akan Diberi Keringanan
Hal ini juga penting untuk pelaku usaha karena nati akan diteliti juga pergeseran preferensi konsumen yang akan berguna bagi pelaku usaha untuk melihat barang yang diminati.
"Makanya tidak mungkin kami publish Februari, masih perlu banyak lah. Tapi BPS enggak sendiri, kami dengan Kemenko Perekonomian saling bantu dan teman-teman iDEA. Masih perlu waktu lah," tukas Kecuk.