nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adhi Karya Alihkan Aset TOD dan Hotel ke Adhi Commuter Properti

Keduari Rahmatana Kholiqa, Jurnalis · Senin 19 Februari 2018 12:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 19 278 1861387 adhi-karya-alihkan-aset-tod-dan-hotel-ke-adhi-commuter-properti-k22AexQUyP.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Perusahaan konstruksi BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memisahkan Departemen Transit Oriented Development (TOD) dan hotel. Dua lini bisnis tersebut akan berada di bawah pengelolaan PT Adhi Commuter Properti (ACP), sebagai anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Mengutip ringkasan rancangan pemisahan Departemen TOD dan hotel, Senin (19/2/2018) sebagian aset dan kewajiban Departemen TOD dan hotel akan beralih karena hukum ke ACP.

Adapun aspek eksternal yang menjadi pertimbangan pemisahan, adalah kondisi perekonomian Indonesia yang tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2017 sebesar 5,0%, lebih besar dibanding kuartal keempat 2016 sebesar 4,9%.

Baca Juga: Naik 5,4%, Adhi Karya Catat Kontrak Baru Rp31,6 Triliun

Perseroan juga mempertimbangkan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, di mana pemerintah fokus untuk menurunkan biaya logistic dengan pembangunan rel kereta. Selain itu, wilayah pembangunan LRT akan menjadi pusat perekonomian baru sehingga proyek-proyek properti dan hotel akan menjadi daya tarik yang baik bagi investor dan berdampak secara positif kepada Perseroan.

Sementara dari sisi internal, tingkat profitabilitas usaha perseroan pada tahun 2016 dilihat dari net profit margin sebesar 2,8% masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri yaitu 5,3%. Pada periode 2014-2016, segmen property menghasilkan rata-rata gross profit margin tertinggi sebesar 31% dibandingkan dengan segmen usaha lainnya.

Baca Juga: Dapat Kontrak Baru Proyek Tol Cisumdawu Fase III Rp2,23 T, Adhi Karya Gandeng China Road

Di sisi lain, Departemen TOD dan hotel memiliki kelebihan berupa potensi sinergi dengan Perseroan dan entitas anak dalam efisiensi biaya produksi atau pengembangan proyek.

Perseroan memastikan, bahwa pemisahan ini tidak menyebabkan perubahan status kepegawaian dari karyawan. Setiap karyawan yang akan bekerja pada perusahaan baru adalah karyawan perseroan yang ditugaskan kepada perusahaan baru, sehingga tidak ada pemutusan hubungan kerja.


(ulf)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini