nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arcandra Tahar Bandingkan Harga Gas dengan Mobil

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 19 Februari 2018 14:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 19 320 1861465 arcandra-tahar-bandingkan-harga-gas-dengan-mobil-Itpqpux9GK.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menjawab keluhan mengenai harga gas industri di Indonesia yang masih mahal.

Keluhan tersebut disampaikan para pelaku usaha industri di acara pertemuan antara stakeholder dengan tema 'Akselerasi Pertumbuhan Melalui Pendalaman Struktur Industri dan Peningkatan Ekspor Sektor Industri Kimia Tekstil dan Aneka' di Kementerian Perindustrian.

"Pertama bahwa kita punya kesepahaman harga gas industri harus affordable. Itu kita harus sepaham dulu. Tak ada niat ESDM naikan harga gas sehingga industri enggak bisa kompetitif dibanding negara lain. Apakah kita berkepahaman dalam ini? saya pikir iya," ungkapnya di Gedung Kemenperin, Senin (19/2/2018).

Arcandra memaparkan, mengenai isu harga gas industri ini, harga Indonesia selalu dibandingkan dengan negara lain, di mana harga gas industri di Indonesia dikatakan selalu lebih mahal. Isu yang keluar itu pun dibantah tegas olehnya.

"Isu-isu yang selalu keluar harga gas di negara kita lebih mahal dibanding negara lain, dan ini tolong dilihat secara benar adalah tidak benar harga gas di negara kita lebih mahal dari negara lain," tegas Arcandra.

Menurutnya, harga gas industri di setiap negara pasti berbeda, ada yang mahal dan ada yang murah. Dia mencontohkan harga gas tersebut dengan harga mobil Toyota Camry.

Arcandra menjelaskan, harga mobil Toyota Camry lebih murah di Amerika dibandingkan di Indonesia. Bahkan harga mobil tersebut di dalam negeri lebih mahal dua kali lipat dibandingkan dengan AS.

"Harga Toyota Camry di Amerika setengah dari di Indonesia dan ini kita terima loh harga Toyota Camry lebih mahal di sini. Namun demikian kenapa harga gas kita lebih mahal dan lebih murah atau sebaliknya dibandingkan negara lain dan ini harus kita lihat satu persatu," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini