Senada, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, kegaduhan soal data produksi beras yang ternyata berbeda dari klaim Mentan Amran Sulaiman, yang mengatakan surplus, merupakan kesalahan fatal. Dia melihat kesalahan ini sulit dimaafkan sehingga perlu dilakukan evaluasi total terhadap kinerja sang menteri.
Anggota DPR asal Partai Gerindra Bambang Haryo sebe lumnya juga menilai, pemerin tah tidak konsisten dalam me wujudkan swasembada pangan. Beberapa kali importasi terpaksa masih jadi pilihan untuk memenuhi ke butuhan pangan nasional.
Menurut Bambang, ada beberapa faktor yang membuat Indonesia belum juga men capai swasembada. Salah satunya tidak ada koordinasi antara Kementan dan kementerian teknis lainnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)