nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Impor Beras Kurang 219.000 Ton, Bulog Serahkan ke Pemerintah

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 21 Februari 2018 17:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 21 320 1862704 impor-beras-kurang-219-000-ton-bulog-serahkan-ke-pemerintah-0VjdlkAy3w.jpg Ilustrasi Beras (Foto: ANT)

JAKARTA - Perum Bulog mengungkapkan hanya mampu mendatangkan 281.000 ton beras impor dari penugasan sebanyak 500.000 ton hingga akhir Febuari 2018. Untuk keberlanjutan sisa impor masih tergantung keputusan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, kondisi impor telah dilaporkan kepada pemerintah, bahwa hasil yang didapatkan hanya 281.000 ton. Hal tersebut karena eksportir hanya sanggup mendapatkan sebanyak itu.

"Kami tunggu perintah regulator lagi, apakah regulator akan memerintahkan impor, apakah memperpanjang waktu, saya tidak dalam posisi itu. Jadi sepenuhnya kebijakan regulator," tuturnya, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Baca Juga: Bulog Cuma Sanggup Cari Beras Impor 281.000 Ton

Sebenarnya, kata Djarot, begitu ada perintah kepada Bulog untuk impor beras, sudah bisa diproyeksikan bahwa beras yang datang tidak capai 500.000 ton. Hal tersebut karena memang waktu impor yang mendadak.

Selain itu, hasil beras impor yang akan didatangkan sebanyak 281.000 ton, menjadi evaluasi dan analisis dari regulator untuk nantinya apakah Bulog diperintahkan melanjutkan sisanya atau tidak.

"Data (beras) ini sangat dinamis, bagaimana stok pemerintah, panen yang ada, harga yang terjadi ini kan dilakukan evaluasi oleh beliau," ujarnya.

Baca Juga: Beras Impor Bakal Banjiri Indonesia hingga Akhir Februari

Sekadar informasi, impor beras sudah disampaikan kepada Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan. Namun, dari penugasan sebanyak 500.000 ton, Bulog hanya bisa memasukan kurang lebih 281.000 ton.

Ada beberapa penyebab kenapa beras tidak bisa di impor sebanyak 500.000 ton. Dalam waktu sangat pendek, negara ekspor beras ke Indonesia kesulitan mengumpulkan beras beras.

Selain itu, para eksportir juga butuh waktu untuk mengemas beras yang sudah dikolekting dan disimpan dalam curah. Setelah itu, eksportir beras ke Indonesia harus mencari kapal yang cukup untuk mengirimkan beras tersebut.

Tercatat dari 281 ribu ton yang rencananya diimpor, sudah datang 57 ribu ton beras asal Vietnam.

Guna mendatangkan beras impor sendiri, diperkirakan butuh dana sebesar Rp 3,6 triliun. Dana tersebut setelah menghitung dari mulai harga beras, bea masuk, asuransi dan beberapa hal lainya yang diperkirakan Rp7.300.

Jumlah tersebut langsung dikalikan jumlah beras yang diimpor. Artinya Rp7.300 dikalikan 500.000 ton beras hasilnya sekitar Rp3,6 triliun. Dana sebesar Rp3,6 triliun nantinya berasal dari kas perseroan. Adapun posisi keuangan kas Bulog saat ini sebesar Rp9,8 triliun.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini