nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari Jakarta, Mendag Langsung Tengok Kesediaan Beras di Cirebon

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 27 Februari 2018 13:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 27 320 1865350 dari-jakarta-mendag-langsung-tengok-kesediaan-beras-di-cirebon-XE7URE21N6.jpg Gudang Beras Bulog. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Usai meninjau seluruh gudang beras milik Perum Bulog di Jakarta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan bertolak ke Cirebon. Enggar berencana untuk melakukan peninjauan stok beras di berbagai daerah.

Enggar mengatakan, pengecekan dilakukan untuk melihat langsung gudang yang dijadikan tempat penyimpanan beras impor. Di mana ada sekira 261.000 ton beras asal Vietnam dan Thailand tiba di Indonesia hingga akhir Februari 2018.

"Saya ajak Ketum Perpadi, YLKI untuk masuk ke Indramayu, Cirebon lihat sentra gudangnya, karena daftar gudang yang dipergunakan beras impor itu di beberapa tempat," tuturnya, di Gudang Bulog, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Setelah melihat beras impor di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta, Enggar bersama Direktur Utama Perum Bulog dan rombongan Kementerian Perdagangan melanjutkan peninjauan langsung ke Gudang Bulog Tegalgirang Kabupaten Indramayu, Gudang Bulog Singakerta II, Krangkeng Kabupaten Indramayu, Gudang Bulog Tuk, Kota Cirebon dan Gudang Bulog Ciperna, Kabupaten Cirebon.

Baca Juga: Pagi-Pagi Mendag ke Gudang Bulog, Cek Beras Impor dari Thailand dan Vietnam

Selain memastikan beras impor tersimpan rapih di seluruh Gudang Bulog, Enggar dijadwalkan juga akan mengecek harga bahan pokok di Pasar Baru Kabupaten Indramayu, Pasar Celangcang, Kabupaten Cirebon dam Pasar Pagi Kota Cirebon.

Pagi ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan peninjauan langsung ke Gudang Bulog Jakarta, dalam rangka melihat beras impor yang didatangkan dari Thailand dan Vietnam.

Kunjungan tersebut, dilakukan dalam rangka megecek beras impor, setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag)menerbitkan izin importasi beras sebanyak 500.000 ton yang diberikan kepada Perum Bulog. Namun, beras impor yang akan digunakan untuk menstabilkan harga, hanya bisa didatangkan sebanyak 281.000 ton hingga akhir Febuari 2018.

Baca Juga: Beras Impor Thailand dengan Vietnam, Apa Bedanya?

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, impor beras sudah disampaikan kepada Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan. Namun, dari penugasan sebanyak 500.000 ton, Bulog hanya bisa memasukan kurang lebih 281.000 ton.

Ada beberapa penyebab kenapa beras tidak bisa di impor sebanyak 500.000 ton. Pasalnya, dalam waktu sangat pendek, negara ekspor beras ke Indonesia kesulitan mengumpulkan beras beras.

Selain itu, para eksportir juga butuh waktu untuk mengemas beras yang sudah dikolekting dan disimpan dalam curah. Setelah itu, eksportir beras ke Indonesia harus mencari kapal yang cukup untuk mengirimkan beras tersebut.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini