Gara-Gara Tol Cikopo-Palimanan, Divisi Infrastruktur dan Logistik Astra Merugi Rp231 Miliar

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 28 278 1865822 gara-gara-tol-cikopo-palimanan-divisi-infrastruktur-dan-logistik-astra-merugi-rp231-miliar-ECKCPbjZL5.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Astra Interational Tbk (ASII) mencatat divisi infrastruktur dan logistik mencatat kerugian bersih sebesar Rp231 miliar. Padahal, pada 2016 ASII masih mencatatkan laba bersih sebesar Rp263 miliar.

Melansir keterbukaan infromasi yang diterbitkan perseroan, Rabu (28/2/2018), hal ini sebagian besar disebabkan oleh kerugian awal dari ruas jalan tol baru Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8 km, yang 45% sahamnya diakuisisi Grup awal tahun 2017.

Selain itu, perseroan mencatat kerugian atas divestasi PT PAM Lyonnaise Jaya, perusahaan penyedia air bersih, yang sebelumnya dimiliki Grup sebesar 49% dan memiliki sisa waktu pengoperasian 5 tahun lagi.

Sepanjang 2017, portofolio grup di jalan tol telah berkembang dari 236 km menjadi 353 km, di mana 269 km telah beroperasi. Tol Tangerang-Merak sepanjang 72,5 km yang dioperasikan PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator jalan tol yang 79,3% sahamnya dimiliki Perseroan. Tol tersebut mencatat peningkatan volume trafik kendaraan sebesar 4% menjadi 50 juta kendaraan.

Sementara untuk jalan tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 km yang keseluruhannya dimiliki ASII telah selesai dibangun, di mana dua seksi terakhir rampung pada kuartal keempat di 2017.

Jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8 km, di mana Grup memiliki kepemilikan sebesar 45%, mengalami peningkatan volume trafik sebesar 13% menjadi 17 juta kendaraan, sedangkan jalan tol Semarang-Solo sepanjang 72,6 km yang 40% sahamnya dimiliki Grup, sepanjang 40,1 km telah beroperasi dan volume trafik kendaraan meningkat 3% menjadi 12 juta kendaraan.

Di sisi lain, PT Serasi Autoraya (SERA) mengalami kenaikan laba bersih sebesar 101% menjadi Rp201 miliar, disebabkan oleh kenaikan marjin kontrak sewa mobil dan bisnis logistik, meskipun terjadi penurunan sebesar 2% pada kontrak sewa kendaraan dan penurunan 18% untuk penjualan mobil bekas.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini