nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gagal Diakuisisi Minna Padi, Bank Muamalat Diincar Investor Malaysia hingga Timur Tengah

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 16:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 28 278 1866035 gagal-diakuisisi-minna-padi-bank-muamalat-diincar-investor-malaysia-hingga-timur-tengah-MOxddOep0g.jpg Foto: Gerakan Menabung di Bank Muamalat (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Achmad K Permana mengatakan, perseroan tengah menjajaki sejumlah investor baru.

Usai gagal diakusisi PT Minna Padi Investama Tbk (PADI), kini bank syariah pertama di Indonesia ini bahkan memiliki calon investor asing. Kendati demikian, Achmad tak menyebutkan secara rinci pihak yang tertarik menaruh dananya di Muamalat.

"Investor banyak ada dari Malaysia, Timur Tengah, lokal. Alhamdulillah banyak," sebut Achmad di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Baca juga: Nabung di Bank Muamalat, Yusuf Mansyur: Kita Tunjukkan Keberpihakan ke Bank Syariah

Sejak dinyatakan batal menjadi investor, keterlibatan PADI sebagai kepala konsorsium calon investor Muamalat pun gugur. Achmad pun tak dapat memastikan, apakah konsorsium akan kembali dibentuk.

"Kan tidak mesti ada konsorsium itu. Bisa juga kita lakukan langsung dengan investor. Beberapa investor nanti bisa kita satukan. Tapi kita perlu waktu untuk itu karena baru 2 minggu lalu Minna Padi menyatakan batal," jelas dia.

Baca juga: Yusuf Mansur Ajak Jamaah Mengaji hingga Nabung di Bank Muamalat Hari Ini

Sebelumnya, Muamalat tengah menyiapkan proses penerbitan saham baru untuk memperkuat modal (right issue). Di mana melalui rights issue pihaknya mengincar pendanaan sebesar Rp4,5 triliun. PADI menyatakan minat hingga menyetorkan dana sebesar Rp1,7 triliun sebagai uang muka (escrow).

"Sampai deadlinenya, harusnya setelah ditunjuk (sebagai kepala konsorsium) dia (PADI) sudah menyetor dengan disertai dana escrow. Mereka tidak berhasil mengakuisisi Rp4,5 triliun. Mereka ada beberapa hal yang perlu diselesaikan secara administratif," jelasnya.

Soal penarikan dana yang telah disuntikkan PADI, Achmad menyatakan dirinya tak dapat menjelaskan.

"Dana pihak ketiga ada kerahasiaan. Jadi saya enggak bisa confirm," ujarnya

Baca juga: Sembari Menitikan Air Mata, Ketua MUI: Bank Muamalat Tidak Boleh Mati

Dia menjelaskan, kini Muamalat tengah fokus menyelesaikan proses right issue yang ditargetkan terlaksana pada kuartal-I tahun ini. Rights issue bertujuan untuk pencadangan dana dan pengembangan bisnis.

Bersamaan rights issue, Achmad mengatakan, pada tahun ini juga akan diterbitkan obligasi syariah atau sukuk.

"Kita juga akan ada sukuk. Sukuk minimum Rp1 triliun di tahun ini," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini