Viral Video Sampah di Bali, Menko Luhut Rapatkan Barisan

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 13 320 1871934 viral-video-sampah-di-bali-menko-luhut-rapatkan-barisan-U7Qwc7NeTD.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengundang sejumlah pihak untuk membahas permasalahan sampah, khususnya yang ada di Pulau Dewata, Bali.

Dari pantauan Okezone, dalam rapat ini hadir Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar yang telah tiba di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman pukul 11.00 WIB.

Baca Juga: Menko Luhut: Dubes Harus Jelaskan ke Dunia Indonesia 'Pemain Penting' di Global

"Rapat tentang sampah. Ya nanti tunggu saja bapaknya (Menko Luhut) ngomong lebih keren," ucap Siti di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Sementara itu, Menko Luhut tiba setelah kedatangan Menteri Siti. Luhut tiba di kantornya setelah pagi tadi mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima Delegasi US ASEAN Business Council di Istana Merdeka.

Baca Juga: Kunjungan Balasan, Menlu Singapura Temui Menko Luhut

Diketahui, Pulau Dewata, Bali kembali menjadi perbincangan hangat. Setelah bencana erupsi Gunung Agung menyita perhatian masyarakat internasional, baru-baru ini sebuah video yang diunggah oleh seorang traveler asal Inggris mendadak viral di berbagai media sosial.

Dalam video singkat yang diunggah oleh Rich Horner melalui akun YouTube-nya, terlihat jelas air laut sampah plastik dan bungkus makanan berwarna kuning memenuhi perairan laut Bali yang selama ini dikenal akan keindahannya. Horner menemukan pemandangan mengejutkan tersebut di kawasan Manta Point, Nusa Penida, Bali.

Baca Juga: Menko Luhut Undang Menteri Budi, Menteri Susi dan Menteri Jonan ke kantornya, Bahas Apa?

Menurut data yang dikeluarkan oleh Rivers, Kceans, Lakes, and Ecology (ROLE) Foundation, selama ini Indonesia diketahui memproduksi sekitar 130 ribu ton sampah plastik setiap hari. Mereka berasumsi bahwa hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran penduduk serta tentang limbah dan daur ulang.

Pihak ROLE juga menuding pemerintah Indonesia belum memiliki sistem perencanaan yang baik untuk menanggapi isu sampah. Tak heran jika saat ini Indonesia menjadi pencemar plastik terbesar kedua di dunia setelah China.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini