JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengingatkan perseroan untuk siap menghadapi tidak menentunya harga minyak dunia yang saat ini sedang terjadi.
Pernyataan Menteri Rini ini disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, lantaran Menteri BUMN sedang sakit. Oleh karena itu, dia pun membacakan pidato yang seharusnya disampaikan Rini Soemarno.
"Saya bacakan yang seharusnya Menteri yang akan hadir, tapi karena beliau kurang sehat, hari ini, jadi saya diminta untuk membacakan sambutannya," tutur Fajar, pada acara penutupan Annual Pertamina Quality (APQ) Award ke-8, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (14/3/2018).
Baca selengkapnya: Kelola Mahakam, Pertamina Diyakini Mampu Kelola 8 Blok Lainnya
Dalam naskah pidato tersebut, Menteri Rini menyampaikan, saat ini industri migas merupakan industri yang volatile, karena sangat dipengaruhi oleh perubahan harga minyak dunia yang fluktuatif. "Hari ini, nyatanya sedang dijawab oleh Pertamina sebagai perusahaan yang meningkatkan kapabilitas Indonesia, dan perbaikan berkelanjutan," ujarnya.
Sebenarnya, Kementerian BUMN yakin Pertamina bisa melalui volatilitas harga minyak dunia saat ini. Sebab, perusahaan negara ini memiliki sistem integrasi empat pilar quality management yang telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian ESDM dengan diberikannya tanda penghargaan Dharma Karya kepada pekerja Pertamina yang menjalankan sistem tersebut.
"Hal ini menunjukkan bahwa sistem quality management Pertamina telah terbukti, teruji serta dijalankan secara sistematis dan terintegrasi dalam setiap lini usaha," tuturnya.