nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahas Kemudahan Berbisnis, Kemendag Diminta Sederhanakan Aturan Izin Impor

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 20:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872855 bahas-kemudahan-berbisnis-kemendag-diminta-sederhanakan-aturan-izin-impor-DuSbDGwo4C.jpg Ilustrasi (Foto: Ant)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi di kantornya membahas mengenai kemudahan berbisnis atau Easy of Doing Business (EODB) di Kantornya. Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara hingga Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan.

Ditemui usai rakor, Oke mengatakan dalam rapat tersebut pihaknya diminta untuk melakukan beberapa evaluasi lagi di bidang perdagangan. Terutama dalam penyederhanaan izin-izin impor yang dinilainya saat ini masih sangat banyak sekali.

"Banyak nih jadi termasuk di perdagangan apa progresnya. Bagaimana dan ternyata masih ada hal yang lain yang harus ditindak lanjuti oleh Kemendag dalam post border. Ternyata masih ada angkanya jadi harus melihat lagi peraturan impor saya harus melihat lagi peraturan impor saya untuk mengurangi lagi harus ditambah lagi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Selain itu lanjut Oke, dalam rapat tersebut juga dilakukan pembahasan untuk harmonisasi kebijakan antar lintas Kementerian. Karena menurutnya, masih banyak sekali aturan yang bertabrakan antara satu Kementerian satu dengan lainnya.

"Terus dalam penyederhanaan, harmonisasi dengan berbagai kementerian ada PR-PR kita yang membahas belum tuntas karena harmonisasi belum jalan jadi kita harus segera secepatnya ditindaklanjuti karena arahan Presiden ditingkatkan menjadi di bawah 50," jelasnya.

Oke menambahkan, khusus di Kemendag dirinya menargetkan bisa segera rampung mengenai beberapa poin yang dinilai masih terlalu banyak. Khususnya mengenai izin impor yang masih sering bertabrakan dengan Kementerian dan Lembaga terkait.

Dengan disederhanakan dan diharmonisasikannya aturan tersebut diharapkan peringkat EoDB Indonesia bisa meningkat di angka 47. Saat ini peringkat EoDB Indonesia masih berada di atas 50.

"Wah banyak. Targetnya secepatnya EoDB harus di bawah 50, 47 kalau enggak salah kita targetkan," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini