Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sawit Penting Bagi Perekonomian RI, Ini Alasannya

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 15 Maret 2018 |10:37 WIB
Sawit Penting Bagi Perekonomian RI, Ini Alasannya
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA – Kelapa sawit menjadi komoditas penting bagi perekonomian Indonesia. Sebab kelapa sawit memiliki peranan paling besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, industri kelapa sawit telah menunjukkan sumbangsih dan peran sangat signifikan bagi perekonomian. Di antara subsektor perkebunan dan hortikultura, kontribusi kelapa sawit paling besar dalam mendukung perekonomian Indonesia.

"Dibandingkan subsektor lain, seperti karet, kopi, kakao, maupun kelapa, peranan swasta dalam subsektor kelapa sawit ini sangat besar," ujarnya pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Ke-10 di Jakarta, kemarin.

 Baca juga: Bappenas: Kelapa Sawit Jadi Primadona Ekspor, Tapi Punya Keterbatasan

Darmin mengatakan, setiap tantangan maupun gangguan yang berpotensi menghambat keberlangsungan kelapa sawit Indonesia harus dilawan. Karena itu, pemerintah bersama dunia usaha harus bekerja sama melakukan perlawanan dalam meng hadapi kampanye negatif.

“Di dalam negeri, kita punya BPDP (Badan Pengelola Dana Per kebunan) Kelapa Sawit dan di luar negeri kita punya CPO Fund untuk membela kepentingan sawit Indonesia. Artinya, melalui keberadaan kedua lembaga itu serta dukungan pemangku kepentingan sawit lain bahu membahu menjalankan di plomasi perjuangan untuk membela kepentingan perekonomian kita,” ujarnya.

 Baca juga: Kementan: Kelapa Sawit Anugerah untuk Indonesia

Darmin menuturkan, pemerintah juga melakukan beberapa program pemerataan ekonomi untuk mendorong perekonomian masyarakat. Salah satunya mempercepat pembagian sertifikasi tanah rakyat. Jika ini berjalan baik, maka dalam beberapa tahun ke depan seluruh lahan rakyat tersertifikasi.

“Dulu paling banyak pemerintah hanya membagi 650.000 persil. Namun, mulai tahun lalu jumlah itu kita tingkatkan menjadi 5 juta persil per tahun. Bahkan, tahun ini ditingkatkan menjadi 7 juta persil dan tahun depan 9 juta persil. Angka ini merupakan kenaikan hampir delapan kali lipat,” ujarnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement