nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pikat Turis, Indonesia Harus Belajar dari Thailand

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 16 Maret 2018 14:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 16 320 1873750 pikat-turis-indonesia-harus-belajar-dari-thailand-a3x4V6CrxH.jpg Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana. (Foto: Okezone)

MIRI - Pemerintah Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 20 juta orang di 2020. Menjadi pekerjaan berat tentunya, mengingat saat ini jumlah turis asing yang melancong ke Indonesia baru sekira 11 juta.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana mengakui, jumlah turis yang datang ke Indonesia masih kalah dengan Thailand. Sebab, kunjungan wisatawan mancanegara Thailand setiap tahunnya mencapai 30 juta orang.

Ada beberapa hal yang membuat industri pariwisata Thailand berkembang baik dibandingkan Indonesia. Salah satunya adalah sinergi yang baik antar lembaga pemerintah.

"Harus sinergi, kalau masih fokus masing-masing sektor ya enggak bisa, semua Kementerian harus sinergi, termasuk Pemda juga," kata dia di Miri, Jumat (16/3/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani Minta SMI Fasilitatasi Pembiayaan 10 Destinasi Wisata

Selain itu, sektor pariwisata Thailand juga didukung dengan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Berbeda dengan Indonesia harga produk IKM di Thailand tergolong murah meriah.

Tentunya, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi turis yang mencari buah tangan. "Di Thailand itu harga produk IKM nya murah, kaos paling Rp30 ribu," ungkap dia.

Menurutnya, pengembangan industri pariwisata itu penting. Pasalnya, kunjungan turis bisa memberikan pemasukan dan perekonomian daerah.

"Turis itu penting, bisa menghidupkan ekonomi, pembatik misalnya, kalau kita kan enggak setiap hari beli batik, tapi kalau turis? Mereka yang datang ke sini bisa beli," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini