nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag Berharap Ada Titik Kesepakatan Kerjasama RCEP

ant, Jurnalis · Senin 19 Maret 2018 16:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 19 320 1874889 mendag-berharap-ada-titik-kesepakatan-kerjasama-rcep-lHvlhPR5kx.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia mengharapkan adanya titik kesepakatan yang pragmatis dan realistis dalam upaya penyelesaian perundingan kerja sama Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) supaya bisa disepakati oleh 16 negara anggota.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan sebagai koordinator ASEAN dalam perundingan tersebut, maka Indonesia menyampaikan pesan kepada Australia agar bekerja sama dengan ASEAN dan mitra runding RCEP lainnya untuk menemukan landing zones atau titik kesepakatan yang realistis.

"Saya berpesan agar semua negara melakukan rekalibrasi ke atas dan ke bawah untuk bertemu pada titik yang dapat disepakati semua," kata Enggartiasto dalam keterangan tertulisnya yang diterima, di Jakarta,Senin (19/3/2018).

Baca Juga: Tol Laut Berbasis Kontainer, Pelabuhan Tanjung Priok Diharap Beroperasi 7 Hari

Enggartiasto menambahkan, sebagai Ketua Komite Perundingan, Indonesia melihat betapa lebar perbedaan ambisi di antara negara peserta RCEP, khususnya antara ASEAN, Tiongkok, dan India dengan mitra negara maju ASEAN, yakni Australia, Korea Selatan, Jepang, dan Selandia Baru.

Enggartiasto menyatakan perlu keseimbangan yang wajar antara tingkat ambisi integrasi ekonomi 16 negara dan sensitivitas serta tantangan pembangunan yang dihadapi negara berkembang dan negara kurang berkembang dalam perundingan RCEP.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Stephen Ciobo menyatakan penghargaan Australia kepada Indonesia yang dengan tekun untuk terus memimpin perundingan yang rumit tersebut.

Baca Juga: Tol Laut Turunkan Harga Barang-Barang di Timika, Ini Daftarnya

Tidak ada satu negara pun di dunia yang memiliki pengalaman untuk mengelola konsolidasi lima Free Trade Agreement (FTA) regional menjadi satu, seperti yang dilakukan dengan RCEP ini. Australia sepakat bahwa RCEP memiliki potensi ekonomi yang besar dan dapat menjadi mesin pendorong pertumbuhan perdagangan dan ekonomi dunia.

Secara kolektif, negara-negara RCEP menghasilkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 23,8 triliun dolar AS pada tahun 2016, atau lebih dari dua kali lipat PDB negara-negara Trans Pacific Partnership (TPP) tanpa kehadiran Amerika Serikat di dalamnya.

Berbeda dari pasar TPP, pasar RCEP terus bertumbuh dinamis sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya kelas menengah. Bila terwujud, maka kawasan RCEP akan mewakili sekitar 32% GDP dunia, lebih dari 29% perdagagan dunia, dengan pasar sebesar lebih dari 3,4 miliar jiwa.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini