JAKARTA - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai PT Pertamina (Persero) akan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merugi, akibat kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk tidak menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) penugasan jenis Premium dan Solar.
Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu mengatakan, harga minyak mentah pada level USD60 miliar diproyeksikan akan bertahan sampai akhir tahun. Bahkan diproyeksikan sampai 2035 kebutuhan minyak dan gas bumi tidak akan turun.
"Jadi jelas jika Pertamina masih menggunakan formula yang lama maka akan jadi BUMN rugi. Harusnya, jika pemerintah memutuskan demikian ada stimulus pada Pertamina seperti apa," ujarnya di ruang rapat Komisi VII, Jakarta, Senin (19/3/2018).
Baca Juga: Harga BBM Tak Naik, Pertamina Sudah Rugi Rp3,9 Triliun
Pemerintah memutuskan harga BBM Premium sebesar Rp6.450 per liter dan Solar Rp5.150 per liter, tidak naik sampai akhir tahun. Jika keputusan demikian, Komisi VII meminta Kementerian ESDM untuk tinggal diam membiarkan bahwa keputusan itu sebenarnya tidak bisa.
"Saya lihat Pak Ego (Dirjen Migas) jangan diam saja. Kalau ini tidak bisa, diajak bicara Kemenkeu kan Kementerian BUMN bagaimana stimulusnya. Kalau tidak Pertamina bisa rugi," tuturnya.
Sebelumnya, Direktur Pemasaran Pertamina Iskandar mengungkapkan, perseroan telah melakukan hitungan potensi loss revenue terhadap penetapan formula harga BBM jenis Premium dan Solar yang masih berlaku saat ini.
Baca Juga: Direktur Pertamina : Mestinya Harga Premium April-Juni Rp8.600/Liter
Jika mengacu harga dasar Premium sebesar Rp8.302 per liter plus 8% mestinya harga BBM RON 88 ini Rp8.600 per liter untuk April-Juni. Sedangkan kenyataannya masih di Rp6.450, sehingga ada selisih Rp2.150 per liter.
Sedangkan untuk Solar, Iskandar mengatakan, dengan subsidi tetap Rp500 per liter, formula 102.30 HIV plus Rp900 per liter, setelah dikurangi subsidi mestinya harga Solar Rp8.350 per liter, dengan demikian ada selisih Rp3.200 per liter.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.