Share

Direktur Pertamina : Mestinya Harga Premium April-Juni Rp8.600/Liter

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 19 Maret 2018 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 19 320 1874837 direktur-pertamina-mestinya-harga-premium-april-juni-rp8-600-liter-gfqbV1tvBa.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) salah satunya dengan direksi PT Pertamina (Persero). Adapun hal yang dibahas yakni formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Direktur Pemasaran Pertamina Iskandar mengungkapkan, perseroan telah melakukan hitungan potensi kehilangan pendapatan (loss revenue) terhadap  penetapan formula harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar yang masih berlaku saat ini.

Untuk Premium berdasarkan harga dasar Rp8.302 per liter plus 8%, seharusnya harga BBM RON 88 tersebut adalah Rp8.600 per liter untuk periode April hingga Juni.

“Sedangkan kenyataannya masih di Rp6.450. Sehingga ada selisih Rp2.150 per liter," tuturnya, di ruang rapat Komisi VII, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Baca Juga: Bayar Utang ke Pertamina, Pemerintah Tidak Perlu Tunggu Audit BPK

Sedangkan untuk Solar, Iskandar mengatakan, dengan subsidi tetap Rp500 per liter, formula 102.30 HIV plus Rp900 per liter, setelah dikurangi subsidi, seharusnya harga solar adalah Rp8.350 per liter.

"Saat ini berlaku Rp5.150 per liter, ini sudah termasuk Rp500. Masih ada selisih Rp3.200 per liter," tuturnya.

Menurut Iskandar, selisih harga jual Premium dan Solar ini membuat potensi loss revenue bagi Pertamina. Pasalnya, harga BBM yang mestinya disesuaikan setiap tiga bulan, dipatok lurus hingga pertengahan 2018.

Baca Juga: Sri Mulyani: Subsidi Solar Dinaikkan dari Rp500 Jadi Rp1.000/Liter

Belum lagi, PT Pertamina (Persero) harus menanggung selisih harga minyak dunia yang terus meningkat.

"Hal ini yang membuat gap itu jadi tanggungan PT Pertamina (Persero). Mops USD9-USD12 per barel. Jadi terlihat di situ pada posisi 2016, crude USD37 per barel sampai saat ini USD60 per barel belum dikoreksi," tuturnya.

(ulf)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini