nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Proyeksi Menaker soal Pekerjaan yang Populer dan Tidak hingga 2030

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 18:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 20 320 1875525 proyeksi-menaker-soal-pekerjaan-yang-populer-dan-tidak-hingga-2030-QUlEFARnum.jpg Rapat Kemenperin dengan DPR. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia dihadapkan dengan fenomena perubahan industri yang begitu cepat terutama revolusi industri 4.0. Perkembangan teknologi dan informasi sangat cepat memberikan efek untuk pekerjaan baru tapi menghilangkan pekerjaan lama.

Oleh karena itu, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri pun memaparkan peta sejumlah pekerjaan dalam 10 tahun ke depan, baik pekerjaan yang akan tumbuh dan pekerjaan yang menurun kepada Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Misalnya peta umum 2017-2020, misalnya pekerjaan yang tumbuh trainer, perawat, manajer keuangan pengacara agen penjualan, analis, terapis fisiologis, penasihat keuangan, perawat, dokter, programer dan layanan berita reguler," jelas dia di ruang rapat Komisi IX DPR, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Baca Juga: Undang Menperin, Komisi IX Bahas Pekerja Infrastruktur hingga Pengangguran

"Lalu yang menurun manajer administrasi, mekanik, tukang cetak, pengantar surat, supir, petugas ekspedisi, pekerja pabrik, operator mesin jahit, perangkat komunikasi," tambah dia.

Menurutnya, pada 2021-2025 terkait pemeliharaan dan instalasi, mediasi, medis, analisa data, manajer sistem informasi, konselor vokasi, analis dampak lingkungan akan terus tumbuh. Sementara yang menurun untuk pekerjaan resepsionis, tukang kayu, desain tiga dimensi, teller bank, travel agents, juru masak fast food, operator turun.

Kemudian pada 2026-2030 pekerjaan yang akan tumbuh adalah perancang, programer kecerdasan buatan, perancang dan pengendali mesin otomasi, perancang software dan game online. Untuk pekerjaan yang perkembangannya menurun, ahli las, staf akuntan, operator mesin, supir truk, dan ahli mesin.

"Jadi perubahan dari industri revolusi teknologi dan informasi harus disikapi dengan cepat. Di satu sisi ciptakan pekerjaan baru, di sisi lain membunuh pekerjaan lama. Tapi kita ajak semua optimis, bahwa umat manusia selalu survive setiap ada perubahan industri," tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini