Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perubahan Cuaca Ekstrem Tingkatkan Risiko Rawan Pangan

Antara , Jurnalis-Selasa, 03 April 2018 |14:13 WIB
Perubahan Cuaca Ekstrem Tingkatkan Risiko Rawan Pangan
Foto: Cuaca Ekstrem Tingkatkan Risiko Rawan Pangan (Okezone)
A
A
A

LONDON - Banyak negara bisa menghadapi peningkatan risiko kekurangan makanan saat makin banyak cuaca ekstrem diperkirakan terjadi akibat perubahan iklim, demikian hasil satu studi baru yang dikeluarkan pada Senin 2 April 2018 oleh University of Exeter.

Tim tersebut, yang dipimpin oleh Universitas itu, meneliti 122 negara berkembang dan kurang maju, kebanyakan di Asia, Afrika dan Amerika Selatan dan mengkaji bagaimana perubahan iklim bisa mempengaruhi kerentanan berbagai negara terhadap kondisi rawan pangan.

 Baca Juga: Butuh Stok Pangan? Silahkan Hubungi Kemendag dan Bulog

Studi terbut memperlihatkan bahwa meskipun terjadi peningkatan kerentanan terhadap kerawanan pangan dalam kedua skenario yang berarti pemanasan global 1,5 derajat Celsius dan dua derajat Celsius dibandingkan dengan tingkat pra-industri-- dampaknya akan lebih buruk buat kebanyakan negara pada dua derajat Celsius.

"Perubahan iklim diperkirakan mengakibatkan lebih banyak cuaca ekstrem dengan hujan lebat dan kemarau, dengan dampak berbeda di bagian dunia yang berbeda," kata Profesor Richard Bettes, Ketua mengenai Dampak Cuaca di University of Exeter di Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement