nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Malaysia, BBM EURO 4 Dijual Seharga Rp7.140/Liter

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 16:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 03 320 1881584 di-malaysia-bbm-euro-4-dijual-seharga-rp7-140-liter-jMNtbeWGF2.jpg SPBU Milik Pertamina. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) meminta pemerintah menghapus bensin kualitas rendah seperti Premium dan Solar. Pasalnya, masyarakat sudah membutuhkan BBM berkualitas dengan standar sampai EURO 4.

Menurut Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin, sudah tidak ada alasan lagi pemerintah dan PT Pertamina (Persero) untuk memproduksi BBM dengan kualitas lebih baik. Sebab, harga produksi dan jualnya tidak terlalu mahal.

Dia mengatakan, mitos harga BBM untuk standar EURO 4 mahal ternyata tidak benar. Indonesia bisa berkaca pada Australia dan Malaysia yang sama-sama menggunakan patokan harga Mean Oil Platts Singapore(MOPS) atau merujuk Cost of Goods Sold (HPP) BBM di Amerika Serikat (AS).

"Kita tidak perlu lihat negara lain, lihat negara tetangga Malaysia saja. Di sana memperoleh harga MOPS untuk bensin RON 95 sulfur content 50 ppm (standar EURO 4) pada harga RM2,13 per liter atau setara Rp7.140 dan Solar 51 itu setara Rp7.047 per liter," tuturnya, di Kantor KPBB, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Baca Juga: Pertalite dan Pertamax Dinilai Sudah Tak Penuhi Standar EURO 4

Bandingan dengan Indonesia, MOPS untuk bensin RON 88 Rp5.200, harga jual di SPBU Rp6.200 per liter. Sedangkan Solar 49 MOPS Rp5.200 dijual di SPBU sebesar Rp5.100.

Dia melanjutkan, tapi perlu diketahui spesifikasi BBM jenis Premium dan Solar tidak masuk EURO I. Artinya dengan selisih harga, jika Indonesia bisa menjiplak bensin di Malaysia, maka masyarakat bisa dapat bensin kualitas tiga kali lipat lebih baik dari Premium.

"Malaysia BBM itu tidak subsidi. Harga Rp7.140 di sana sama dengan Pertalite tapi kualitas jauh. Jadi jelas bahwa di sini ada penyasaran informasi bahwa dapatkan BBM berkualitas mahal, tapi ternyata tidak," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM diminta mengupgrade spesifikasi BBM yang menjadi patokan produsen, termasuk Pertamina dalam memproduksi dan memasarkannya. Pasalnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah mengeluarkan kebijakan bahwa penggunaan BBM sekarang menggunakan kualitas EURO 4.

Tidak hanya Premium dan Solar, sebenarnya jenis bensin seperti Pertalite dan Pertamax sudah tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai BBM kendaraan. Pasalnya, yang dibutuhkan sekarang adalag BBM spesifikasi untuk teknologi kendaraan berstandar EURO 4.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini