Sederet ekspor beras yang dilakukan Indonesia ini merupakan bukti keseriusan Kementerian Pertanian untuk mencapai visi swasembada pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui berbagai program untuk peningkatan produktivitas pertanian, modernisasi pertanian, dan skema kesejahteraan petani terus didorong untuk mencapai hasil yang maksimal.
Jagung :
Sejarah telah menoreh tinta emas karena sejak dulu Indonesia dikenal Impor dan ImporJjagung. Ironi memang lahan yang luas dan subur Indonesia impor jagung yang mudah tumbuhnya. Sejarah juga mencatat bahwa terakhir Indonesia Impor Jagung 3,6 juta ton (memilukan) dan kini bangsa Indonesia bisa berbangga, khususnya petani karena kita ekspor jagung ke Filipina. Bulan Februari 57.650 ton dari target 100.000 ton dari Gorontalo dan Awal Maret Indonesia kembali ekspor sebanyak 6700 ton dari target 60.000 ton Jagung dari Sulawesi Selatan tepatnya dari pelabuhan soetta. Melalui ekspor ini diharapkan kesejahteraan petani meningkat karena harga akan tetap terjaga (HPP Jagung Rp. 3150) dan di tingkat petani bisa lebih tinggi lagi, jika harga jatuh akan dibeli Bulog sesuai HPP.
Sebagai catatan, Januari – Agustus 2017, tercatat volume ekspor ke negara tetangga mencapai 1.782 ton. Disusul dari Pelabuhan Ekspor Soetta, Makassar (Sulsel), ke Philipina 60.000, ton. Dari Sumbawa NTT sebanyak 15.000 Ton. Tercatat tren terbesar ekspor Jagung Indonesia dari daerah Gorontalo sebanyak 57000 ton, dan juga perdagangan antar pulau antar Petani Jagung Gorontalo sebanyak 10.015 ton ke Banten dan Surabaya. Dan sebelumnya pada tahun 2015, Gorontalo ekspor Jagung 250.000 ton ke Filipina.
Ekspor Bawang Merah :
Brebes, Jawa Tengah, 18 Agustus, 500 ton. Surabaya, Jawa Timur, 28 Agustus, 247,5 ton ke Singapura. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin, Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), 12 Oktober, ke Timor Leste 30 ton dari target 200 ton. Cirebon, Jabar, per 29 Juli-11 Oktober 2017 mencapai 1.151 ton ke Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura. Tanjung Perak Surabaya, Jatim, 1.731 ton ke Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam. 30 Ton Bawang Merah Organik Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki pasar eksport ke Timor Leste, Kamis (12/10/2017).