Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Geliat Ekspor Hasil Pertanian Jelang 4 Tahun Pemerintah Jokowi-JK

Geliat Ekspor Hasil Pertanian Jelang 4 Tahun Pemerintah Jokowi-JK
Kepala Bagian Humas Kementan Marihot M Panggabean (Foto: Kementan)
A
A
A

GELIAT kinerja ekspor berbagai jenis komoditas strategis hasil pertanian Indonesia terus meningkat selangkah demi selangkah secara positif menjelang 4 tahun Pemerintahan Presiden Jokowi-JK. Sebagai buah tangan dingin jajaran Pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Jokowi- JK, terutama Kementerian Pertanian RI dan kerja sama dengan instansi terkait lainnya untuk mensejahterakan petani dan mengentaskan kemiskinan pada umumnya.

Di mana, semakin ke sini, semakin kerja keras selama lebih 3 tahun ini, semakin berbuah manis. Rentetan demi rentetan perjalanan ekspor komoditas pangan hasil petani yang pahlawan sebenarnya itu kian tampak dan semakin dirasakan para petani dan masyarakat pada Indonesia umumnya, tatkala Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kian gencar melepas ekspor. Semisal ekspor perdana Beras sebanyak 10 ton dari Merauke ke Papua Nugini, Senin (13/2/2017) ke Papua Nugini.

Baca Juga: Kementan dan BPK Konsultasi Persoalan Pangan

Bahwa jelas sudah, kemajuan pembangunan sektor pertanian di Merauke ini sesuai dengan nafas dari Nawacita Pemerintahan Presiden Jokowi-JK, yaitu membangun dari daerah pinggiran kemudian menuju ke tengah. Dan program ini menggairah para petani ke ladang.

Dalam pelepasan ekspor perdana sebanyak 1 truk Beras Premium tersebut, Amran berbangga karena ini merupakan sejarah baru sejak 72 tahun Indonesia merdeka. Selama ini beras untuk kebutuhan di Papua diambil dari provinsi lain. Biaya beras mahal lantaran biaya angkutan ditanggung masyarakat.

Produktivitas petani Merauke ini menunjukkan keberhasilan penggunaan teknologi pertanian. Biaya produksi padi turun 60 persen dari yang tadinya 3 juta rupiah per hektar ditekan menjadi 1,1 juta per hektar. Harga beras yang diekspor tersebut sangat efisien bagi Papua Nugini, karena separuh harga beras impor dari Filipina, Thailand dan Vietnam. Ekspor tersebut ditargetkan mencapai 10 ribu ton pada panen musim hujan 2017.

Baca Juga: Lahan Sawah di Jawa Paling Cepat Beralih ke Industri

Ekspor yang dilakukan dari Papua bukanlah satu-satunya, sebab hasil yang baik dari program lumbung pangan perbatasan juga dirasakan petani di Kabupaten Senggau, Kalimantan Barat. Beras premium sebanyak 25 ton berhasil diberangkatkan ke Malaysia pada Oktober 2017, sekaligus menepis keraguan sejumlah pihak yang mengatakan Pemerintah Indonesia akan kesulitan melakukan ekspor beras ke Malaysia lantaran harga Beras dalam negeri terlalu mahal.

Tampak Mentan Andi Amran Sulaiman, Gubernur Papua, Lukas Enembe, Bupati Merauke, Fredikus Gebze melepas ekspor perdana 10 Ton beras ke Papua Nugini di Merauke, Senin (13/2/2017).

Tak hanya wilayah perbatasan, keberhasilan Swasembada Beras juga menapaki jejaknya di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Beras organik sebanyak 771.981 ton mampu menyuplai kebutuhan berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Belgia, hingga Jerman. Januari 2018 lalu, 11 ton beras merah hasil budidaya petani organik di Bali, juga melakukan ekspor perdananya ke Amerika Serikat melalui Pelabuhan Laut Tanjung Perak, Surabaya.

Selain daerah tersebut, Kabupaten Nunukan, Kakbar tak mau ketinggalan. Daerah ini berhasil Ekspor Beras Organik dari Krayan, bersertifikat dari Kemenkum Ham ke Malaysia 11.900 ton per tahun ke negara jiran Malaysia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement