Bursa Saham Asia Menguat Ikuti Wall Street

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 05 278 1882346 bursa-saham-asia-menguat-ikuti-wall-street-uKOvxeNj5H.jpg Ilustrasi: Pergerakan Bursa Saham Asia yang Menguat (Foto: AFP)

JAKARTA - Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat, mengekor rebound-nya Wall Street yang sebelumnya melemah karena tambahan tarif yang diumumkan oleh China.

Melansir CNBC, Jakarta, Kamis (5/4/2018), indeks saham acuan Jepang, Nikkei naik 0,73% dan Topix naik 0,41%, dengan peningkatan laba perusahaan teknologi, perbankan yang bervariasi.

Sementara itu, indeks saham acuan Korea Selatan, Kospi naik 0,54%, ditopang naiknya saham Samsung 1,71%.

 Baca Juga: Wall Street Tetap Menguat Acuhkan Perang Dagang

Indeks saham acuan Australia, ASX 200 naik tipis 0,32%, dengan subindeks keuangan naik 0,83%

Kepercayaan yang meningkat di kalangan investor di wilayah ini muncul setelah kenaikan tajam Wall Street dan mulai meredanya perang dagang.

Rata-rata saham AS berakhir lebih tinggi pada penutupan Rabu setelah melemah di awal sesi. Rata-rata industri Dow Jones naik 0,96% atau 230,94 poin, menjadi ditutup pada 24.264,30.

Pasar saham Hong Kong, China dan Taiwan ditutup karena ada Festival Ching Ming pada hari Kamis.

 Baca Juga: China Umumkan Tarif Baru untuk 106 Produk AS

Wall Street membalikkan kerugian, setelah China mengumumkan rencana untuk tarif tambahan pada 106 produk AS pada hari Rabu, karena adanya tambahan yang dibuat mengenai potensi negosiasi antara kedua negara.

"Tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk tarif yang diusulkan yang diajukan oleh China atau AS, yang berarti kita bisa melihat ketidakpastian berlanjut selama beberapa bulan mendatang. Ini juga berarti negosiasi masih kuat di atas meja," kata analis ANZ dalam catatannya.

Bursa saham Eropa telah berada di bawah tekanan menyusul pengumuman China atas langkah-langkah perdagangan tersebut, yang datang sebelum pasar AS dibuka.

Tarif tambahan yang diumumkan oleh China pada hari Rabu kurang dari sehari setelah AS mengumumkan daftar impor China, termasuk produk-produk berteknologi tinggi, yang dapat ditargetkan sebagai tanggapan terhadap apa yang Gedung Putih anggap hubungan perdagangan yang tidak adil.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini