"Pengabungan ini hal yang baik, bisa jadi efisiensi bagi masyarakat, karena semakin mudah di jangkau, juga diakses di Asia Tenggara," ucapnya.
Ridzki menyebutkan saat ini Grab memiliki lebih dari 2,7 juta mitra pengemudi di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri layanan GrabBike dan GrabExpress sendiri sudah tersebar di 120 kota di Indonesia. Sementara untuk GrabFood yang di 2016 berada di 6 kota, kini mencapai 28 kota.
Baca Juga: Grab Tak Sepakat Naikkan Tarif Ojol Sesuai Permintaan Kemenhub
Di 2018, Grab Indonesia akan fokus pada ekspansi lanjutan tidak hanya untuk lini bisnis utamanya di bidang transportasi, tapi juga GrabFood, GrabExpress, GrabPay serta pengenalan GrabFinancial di Tanah Air.
Grabpay sendiri, kata dia, sedang dalam tahap proses perizinan. Sedangkan GrabFinancial merupakan layanan pinjaman langsung tunai (peer to peer lending) yang akan diluncurkan Grab.