Taspen Tingkatkan Investasi Dana Kelolaan pada Instrumen RDPT

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 10 April 2018 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 10 320 1884528 taspen-tingkatkan-investasi-dana-kelolaan-pada-instrumen-rdpt-8StWU5prEb.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – PT Taspen (Persero) berencana meningkatkan investasi dana kelolaan pada instrumen reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan mengurangi porsi di deposito.

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro menyambut baik keinginan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang mendorong agar perseroan meningkatkan investasi pada instrumen reksa dana penyertaan terbatas.

Menurut Iqbal, sepanjang tahun ini Taspen akan mengalokasikan investasi di pasar modal dan RDPT sebesar 10%. Hal tersebut seiring dengan dikuranginya porsi investasi dana kelolaan pada deposito dari semula 20% menjadi 10%.

Baca Juga: Taspen Life Incar Pendapatan Premi Rp692,34 Miliar di 2018

“Tahun lalu terutama pada Desember 2017, investasi kita baik. Tahun ini kita mengantisipasi dengan instrumen yang tidak volatil, seperti di Surat Utang Negara (SUN) yang saat ini porsinya paling besar sekitar 70%,” kata Iqbal seusai menghadiri acara turnamen catur dalam HUT Taspen ke-55 di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, investasi pada instrumen RDPT dan pasar modal dinilai berkembang. Perseroan berharap kedua instrumen itu bisa menjadi backbone dalam meningkatkan investasi pada dana kelolaan Taspen.

“Akhir tahun lalu dan awal tahun ini berkembangnya reksa dana terutama di pembiayaan infrastruktur oleh RDPT. Memang tidak langsung, tetapi bisa penyertaan di RDPT,” ujarnya.

Baca Juga: Moratorium Rekrutmen PNS Tak Pengaruhi Premi Taspen di 2017

Dia juga merinci, untuk tahun ini porsi investasi pada deposito dari 20% akan dipangkas menjadi 14% hingga 10%. Sedangkan dana investasi langsung naik sebesar 10%. Sementara instrumen RDPT dan lainnya sekitar 10%. Sebagian besar berasal dari SUN dan obligasi yakni sekitar 70%.

“Bunga deposito hanya 6%, itu sudah menyesakkan Taspen, sedangkan RDPT bisa 9-10%, beberapa obligasi masih mendekati 10%, jadi memang logikanya lebih baik,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2017 Taspen mencatatkan hasil investasi sebesar Rp16,81 triliun atau tumbuh 11% dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp15,21 triliun. Total aset hingga akhir 2017 tercatat sebesar Rp230,38 triliun atau tumbuh 16% dibandingkan 2016.

Baca Juga: Angka Kematian PNS Tinggi, Klaim JKN Taspen Tumbuh 18%

Pertumbuhan aset salah satunya ditopang oleh investasi sebesar 25%. Angka tersebut merupakan akumulasi dari pertumbuhan aset investasi pada instrumen sukuk dan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) sebesar 19%, deposito tumbuh 54%, sementara reksa dana, saham, dan lain-lain tumbuh 18%.

Sementara itu, menyambut HUT Taspen ke-55, untuk ke- 13 kalinya perseroan menyelenggarakan pertandingan Taspen Anniversary Cup XIII. Menurut Iqbal, penyelenggaraan turnamen catur ini untuk menumbuhkan bibit baru dalam olahraga catur di Tanah Air.

(Heru Febrianto)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini