PT Bukit Asam Bagikan Dividen Rp3,35 Triliun

ant, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 11 278 1885199 pt-bukit-asam-bagikan-dividen-rp3-35-triliun-wqtRPRuW9C.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyepakati untuk membagikan dividen sebesar Rp3,35 triliun atau setara dengan Rp318,521 per lembar saham untuk tahun buku 2017.

"Jumlah dividen yang dibagikan merupakan 75 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2017 sebesar Rp4,47 triliun," papar Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Dalam RUPS, ia juga menyampaikan, adanya perubahan pengurus perseroan, yakni mengangkat Mega Satria sebagai Direktur Keuangan menggantikan Orias Petrus Moedak. Sementara itu, Orias Petrus Moedak diangkat menjadi Direktur Keuangan Induk Holding BUMN Industri Pertambangan PT Inalum (Persero).

Untuk tahun 2018, Arviyan Arifin mengemukakan bahwa pihaknya menargetkan penjualan batubara naik menjadi sebesar 25,88 juta ton. Dari jumlah itu sebesar 53% atau 13,74 juta ton untuk pasar domestik, dan sisanya 12,15 juta ton untuk pasar ekspor.

"Peningkatan target itu ditopang oleh rencana penjualan ekspor untuk batubara medium 'to high calorie' ke pasar premium seiring dengan membaiknya harga batubara dan kenaikan pemintaan batubara," katanya.

Kenaikan target penjualan itu, lanjut dia, juga diikuti dengan kenaikan target produksi batubara. PTBA menargetkan produksi batubara sebesar 25,54 juta ton atau naik 17 persen dari rencana tahun sebelumnya sebesar 21,92 juta ton.

Untuk mendukung target penjualan, Arviyan Arifin memaparkan, pihaknya juga menargetkan angkutan batubara dari lokasi tambang sebesar 23,10 juta ton, masing-masing 19,40 juta ton ke Pelabuhan Tarahan, Lampung dan 3,70 juta ton ke Dermaga Kertapati, Palembang.

"Jumlah angkutan bambara itu telah meningkat l3 persen dari target tahun 2017 sebesar 20,50 juta ton," katanya.

Terkait Holding Pertambangan, Arviyan Arifin menyampaikan, berbagai sinergi antar perusahaan Holding Pertambangan telah disiapkan, diantaranya proyek PLTU Halmahera Timur berkapasitas 2x40 MW.

"Pada proyek itu PTBA akan menyediakan pasokan energi listrik bagi pabrik baru Feronikel milik PT Antam Tbk di Halmahera Timur, Maluku Utara," paparnya.

Selain itu, ia menambahkan, PTBA dan Inalum akan bersinergi pada proyek PLTU Kuala Tanjung berkapasitas 2x350 MW. PLTU Kuala Tanjung itu untuk menyediakan pasokan energi listrik bagi pabrik ekspansi Alumunium Smelter II milik Inalum.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini