Image

Ada Kereta Sei Mangkei-Kuala Tanjung, Biaya Logistik Bisa Dipangkas 10%

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 15:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 320 1887754 ada-kereta-sei-mangkei-kuala-tanjung-biaya-logistik-bisa-dipangkas-10-SwkMRp8bQs.jpg MoU Sei Mangkei. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan segera mengoperasikan kereta api dari Kuala Tanjung menuju Kawasan Industri Sei Mangkei pada bulan Juli 2018.

Hal tersebut dipastikan setelah adanya penandatanganan kerjasama antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian dan juga PT Perkebunan Nusantara (Persero) tentang pemanfaatan tanah dan alih status hasil pembangunan prasarana perkeretaapian di Kawasan Industri.

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan dengan adanya kereta langsung dari Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung, maka biaya cost (cost logistik) dari perusahaan-perusahaan Industri bisa lebih efisien. Bahkan dirinya memperkirakan penurunan cost logistik dari perusahaan industri yang ada di sana bisa mencapai 10%.

"Dengan adanya Kereta ke kawasan industri itu, kita harapkan bisa menurunkan cost logistik sampai 10%," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Baca juga: Menko Darmin: Pengelola KEK Sei Mangkei Harus Berani Jalin Kerjasama dengan Investor

Menurut Putu, saat ini pengiriman barang dari kawasan industri menuju daerah-daerah di Sumatera masih menggunakan jalur darat dengan kendaraan truk kontainer. Tentunya penggunaan truk kontainer untuk mengirim barang sendiri akan relatif lebih boros secara cost maupun waktu tempuh.

Apalagi, trek yang ada di Pulau Sumatera memiliki jalan yang relatif berbeda dengan pulau Jawa. Jalan di pulau Sumatera relatif lebih sempit dengan Medan yang agak sedikit ekstrem jika dibandingkan dengan di pulau Jawa.

"Penghematannya luar biasa. Karena kan di Sumatera Utara itu jalannya sempit padat jadi dengan adanya kereta api luar biasa itu penghematannya," jelasnya.

Dirinya mencontohkan, Unilever yang sudah lebih dahulu ada pada kawasan industri Sei Mangkei diperkirakan kapasitas angkutnya adalah satu rangkaian kontainer. Satu rangkaian kontainer adalah sama saja dengan 8 gerbong kereta api.

Jika melalui pengiriman darat, maka ada satu rangakaian kontainer yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengirim barang baik ke dalam negeri maupun luar negeri. Artinya biaya yang dikeluarkan juga relatif lebih besar .

"Nah sekarang semuanya pengiriman pakai truk kan sekarang masih ada truk yang tidak diangkut oleh kereta masih diangkut oleh truk tapi jalur daerah yang dilalui kereta bisa diangkut tuh," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, kereta langsung menuju SEI Mangkei sendiri nantinya akan beroperasi 9 perjalanan pulang pergi (pp) dalam sehari dengan waktu tempuh 45 menit di setiap perjalanannya.

Kapasitas angkut dari setiap kali perjalanan sendiri adalah sekitar 750. "Kita bisa kapasitas angkut 750 ton. Sekali jalan per hari itu ada 9 Pulang pergi. waktu tempuh 45 menit KEK- Kuala Tanjung," ucapnya.

Sehingga , dengan adanya kereta api menuju pelabuhan langsung, maka pengiriman barang bisa lebih cepat dengan kapasitas juga yang relatif lebih besar. Hal tersebut justru berbanding terbalik jika dibandingkan dengan ongkos logistik jika menggunakan truk kontainer.

"Kami dari perkeretaapian tentunya mempunya kewajiban menyalurkan hasil hasil industri dan perkebunan kita sehingga bisa dimanfaatkan secara efektif. Kereta Api keunggulannya bisa mengangkut massal. Manfaat di samping kepastian distribusi juga mengurangi beban jalan," jelasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini