JAKARTA - Rumah bekas yang terlihat tidak layak ternyata bisa menjadi bisnis yang menggiurkan. Bahkan, rumah bekas yang tampak seperti rumah hantu seperti di film horor ternyata bisa menghasilkan keuntungan yang berlimpah jika kembali diolah dan dimanfaatkan.
Salah satu contohnya adalah seorang wanita bernama Rini Indrayanti, investor properti. Dia berhasil mengolah rumah bekas murah dari lelang yang dia dapat dari portal www.rumahmurahbtn.com, menjadi uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Saat memulai bisnisnya tepatnya dua tahun yang lalu, Rini hanya memiliki modal sekitar Rp100 juta yang berasal dari tabungan pribadinya. Karena keterbatasan modal, maka dirinya sengaja mencari rumah yang kondisinya seperti rumah hantu dengan harga Rp40 juta melalui lelang portal digital milik Bank BTN.
Baca Juga: Permintaan Rumah Tembus 11 Juta Hingga Awal 2018
Menariknya, Rini tidak melihat “Rumah Hantu” sebagai rumah yang membuat bulu kuduk berdiri. Namun sebagai harta karun yang bisa memberikan banyak untung.
“Kalau orang bilang, itu mirip rumah hantu karena kondisinya yang sudah sangat rusak, temboknya berlubang, daun pintu yang hancur atau atapnya sudah hilang dan tidak lama berpenghuni," ujarnya saat ditemui dalam acara diskusi di Bebek Bengil, Jakarta, Selasa (17/4/2018).
Sadar hunian yang ia beli tidak dalam kondisi yang layak untuk dijual kembali, maka Rini pun memutuskan untuk melakukan renovasi. Menurutnya, renovasi yang dia lakukan tidak terlalu membutuhkan budget yang terlalu besar karena bangunannya sudah berdiri kokoh hanya mungkin tinggal merapihkan sedikit saja. "Itu saya benerin dan renovasi rumah yang saya beli itu. Budget-nya juga enggak terlalu besar," jelasnya.
Setelah berhasil menyulap rumah hantu menjadi rumah layaknya istana yang masih baru, maka Rini pun memutuskan untuk menjualnya. Ketika itu, dirinya menjual dengan harga yang cukup fantastis yakni Rp259 juta.
"Modal sendiri pertama itu Rp100 juta. Makannya saya ambil yang Rp40 juta. Dan saya jual kembali Rp250 juta. Jadi kalau rumah jelek banget itu bisa margin keuntungannya 30%. Kalau bagus bisa lebih dari itu," jelasnya.