nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permintaan Rumah Tembus 11 Juta Hingga Awal 2018

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 04 Februari 2018 10:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 04 470 1854468 permintaan-rumah-tembus-11-juta-hingga-awal-2018-kwflrqVEd4.jpg Foto: Giri/Okezone

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis mampu mencetak realisasi kredit baru senilai Rp8 triliun dari ajang Indonesia Property Expo (IPEX) 2018.

Keyakinan itu ditopang berbagai promosi menarik yang ditawarkan dalam ajang yang digelar pada 3–11 Februari 2018 tersebut. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, dalam gelaran IPEX tahun ini, BTN masih optimistis penyaluran KPR akan melampaui raihan tahun sebelumnya, di mana pada 2017 perseroan menyalurkan KPR sebesar Rp7 triliun.

”Sebetulnya tahun lalu, kami menargetkan menyalurkan KPR melalui IPEX sebesar Rp4 triliun. Namun realisasinya Rp7 triliun. Tahun ini, kami menargetkan realisasi dari IPEX sebesar Rp5 triliun. Namun kami harapkan, realisasinya bisa mencapai angka Rp8 triliun,” ujar Maryono di Jakarta kemarin.

Menurut dia, keyakinan pencapaian target tersebut didorong oleh kondisi sektor properti yang pada tahun ini akan mengalami kontraksi positif sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Pasalnya, gelaran Pilkada serentak, persiapan Pilpres tahun depan, hingga ajang Asian Games diprediksi akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi tahun ini. Perbaikan ekonomi tersebut juga diyakini akan meningkatkan daya beli masyarakat untuk memiliki rumah.

”Saat ini pun angka permintaan rumah masih tinggi atau mencapai lebih dari 11 juta unit. Dengan adanya peningkatan daya beli pada tahun ini dibarengi dengan berbagai promosi yang kami berikan, kami optimistis ajang IPEX 2018 bisa mencapai target,” ungkap Maryono.

Adapun, lanjut dia, IPEX 2018 merupakan pameran yang digelar dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke- 68 Bank BTN pada Jumat (9/2/2018). Dalam pesta perumahan tahunan Bank BTN yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut, terdapat 868 proyek perumahan dari 152 pengembang di Indonesia.

Proyek-proyek perumahan tersebut tersebar di berbagai daerah mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Dari ratusan proyek perumahan tersebut, sekitar 60% merupakan unit hunian horizontal, sementara sisanya vertikal dengan harga jual mulai Rp130 juta hingga Rp5 miliar.

Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria menambahkan, untuk skema kredit pemilikan rumah (KPR) nonsubsidi, dalam ajang IPEX 2018 ini BTN memberikan pro mo suku bunga subsidi pengembang sebesar 4,68% fixed1 tahun.

Bank BTN juga menyediakan fasilitas uang muka ringan mulai dari 5% untuk KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) non-subsidi. Berbagai promosi menarik yang juga bisa dinikmati pengunjung dari pameran tahunan ini, yakni bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal, dan diskon asuransi jiwa.

Selain itu, masyarakat juga bisa membeli rumah yang ditawarkan dalam ajang ini menggunakan skema KPR subsidi dengan bunga hanya 5% fixed selama jangka waktu kredit, uang muka mulai 1%, diskon biaya provisi sebesar 50%, dan bebas biaya untuk laporan pemeriksaan akhir.

Pada saat bersamaan dalam IPEX 2018, perseroan juga meluncurkan produk KPR Zero untuk memudahkan masyarakat Indonesia memiliki rumah. Melalui produk yang merupakan rebranding dari KPR Easy Payment tersebut, debitur hanya membayar cicilan bunga KPR dengan grace period pokok selama 2 tahun.

KPR Zero juga menawarkan pembebasan pembayaran beban pokok.

”Dengan fasilitas yang kami tawarkan ini, kami berharap akan semakin banyak menjangkau masyarakat memiliki rumah dengan harga dan skema terjangkau,” ungkap dia.

Kunthi Fahmar Sandy/Rakhmat Baihaqi

(ulf)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini