JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis usai mencatatkan performa keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025.
Emiten perbankan spesialis perumahan ini berencana memperkuat ekosistem bisnisnya melalui akuisisi perusahaan asuransi serta telah memberikan gambaran mengenai besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan, BTN berniat mengambil alih PT Asuransi Binagriya Upakara. Langkah ini merespons surat dari pihak asuransi tersebut yang membutuhkan dukungan modal guna memenuhi ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp1 triliun pada tahun 2028.
Nixon menyoroti kinerja Binagriya yang sangat sehat, dengan tingkat pengembalian aset (Return on Assets/ROA) di atas 5 persen dan tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) mencapai 18 persen.
“Jadi kami tunggu itu aja mau kemananya, apakah BTN beli dulu lalu dibeli oleh Indonesia Financial Group (IFG) atau langsung dibeli IFG atau gimana skemanya kami masih perlu konsolidasi, jadi belum ada keputusan apapun,” ujar Nixon di Menara BTN, Jakarta, Senin (9/2/2026).