Anggaran Gedung DPR Rp601 Miliar Belum Cair, "Pesta" IMF Diolok-olok

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 20 470 1889170 anggaran-gedung-dpr-rp601-miliar-belum-cair-pesta-imf-diolok-olok-u2mOsOhemz.jpg Foto: Anggaran Gedung DPR Belum Cair (Okezone)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menagih anggaran senilai Rp601 miliar yang sudah disepakati dalam APBN 2018 untuk proyek pembangunan gedung baru. Pasalnya, sudah masuk bulan keempat belum ada kejelasan terkait pencairan anggaran tersebut.

“Katanya uangnya (anggaran Gedung DPR) terpakai untuk pesta IMF (International Monetary Fund) di Bali. Saya dengar gitu,” kata Wakil Ketua DPR Koordinator Kesejahteraan Rakyat seka ligus Tim Implementasi Reformasi DPR Fahri Hamzah di Gedung DPR, Jakarta.

Dia mengaku memang tidak mempunyai bukti bahwa anggaran untuk DPR terpakai untuk acara IMF World Bank Annual Meeting di Bali untuk pertengahan Oktober 2018 mendatang, yang anggarannya mencapai Rp1 triliun.

Baca Juga: Gedung DPR Dikabarkan Miring, Menteri Basuki Punya Pandangan Lain

Namun justru DPR yang kena imbas hujatan di masyarakat, sementara pembangunan gedung belum pernah terealisasi. “Ya, buktinya kita nggak dikasih (anggaran). Kita kena fitnahnya sudah berkali-kali, buktinya uangnya nggak ada, tiba-tiba keluar untuk IMF di Bali Rp1 triliun, for nothing gitu loh,” sesalnya.

Fahri menegaskan, pembangunan gedung baru DPR ini bukan semata-mata untuk anggota DPR, tapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia, serta untuk masa depan demokrasi Indonesia. Sementara itu, gedung yang ada sudah tidak layak digunakan dan berbahaya karena kelebihan kapasitas.

“Sudah kaya gitu tuh, lihat tuh ruangannya. Camat saja masih hebat ruangannya. Jadi untuk demokrasi nggak mau. Untuk orang asing saja Rp1 triliun,” kritiknya.

 

Dia mengatakan jika memang pemerintah enggan meng anggarkan, semestinya alokasi untuk pembangunan gedung baru itu tidak masuk ke neraca keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sementara uangnya juga dipegang oleh pemerintah, DPR hanya membahas. Tapi selama ini hanya DPR yang selalu dikritik tajam oleh publik, faktanya sudah banyak anggota dewan menjadi korban terjebak dalam lift bahkan pernah beberapa kali lift jatuh di gedung yang sekarang ditempati.

“Ya, kalau nggak dicairkan tetap nggak jadi apa-apa, cuma ada di angka. Itu kan urusannya pemerintah, jangan tanya DPR lagi dong,” tandasnya.

Baca Juga: Soal Anggaran Gedung Baru DPR, Begini Pesan Sri Mulyani

Sementara itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan DPR akan menyurati kembali pemerintah terkait perizinan pembangunan gedung baru DPR dan alun-alun demokrasi yang sudah dianggarkan dalam anggaran belanja dewan di APBN 2018 sebesar Rp601 mi liar.

“Terkait adanya penam bah an keanggotaan DPR ber da sar kan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD) maka hal tersebut berimplikasi terhadap kebutuhan ruang kerja bagi penambahan anggota DPR,” kata Bambang di Gedung DPR.

 

Kemudian, lanjutnya, hasil audit pemeriksaan kelayakan gedung Nusantara I DPR RI oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa Gedung DPR saat ini sudah tidak memadai dan kelebihan kapasitas.

Kemudian, lanjut politikus Partai Golkar itu, dalam pagu indikatif Rancangan APBN 2019, DPR berencana mengajukan anggaran lagi sebagai kelanjutan pembangunan gedung DPR tahun anggaran 2018. Jika pemerintah tidak memberikan izin pembangunan gedung DPR pada tahun anggaran 2018 ini, DPR akan mempertimbangkan untuk tidak meneruskan pengajuan anggaran lanjutan pembangunan gedung DPR tersebut di pagu indikatif RAPBN 2019. (Kiswondari)

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini