nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permintaan Buruh: Stop Pekerja Asing hingga Turunkan Harga BBM

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 01 Mei 2018 14:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 01 320 1893276 permintaan-buruh-stop-pekerja-asing-hingga-turunkan-harga-bbm-ORX8K67yJl.jpg Foto: Permintaan Buruh di May Day (Giri/Okezone)

JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan kaum buruh atau pekerja di Indonesia.

Seruan tersebut disampaikan para pekerja dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau Mau Day di Kawasan Monas, Jakarta.

Dalam orasinya, Presiden KSPI Saiq Iqbal mengatakan pada peringatan Hari Buruh ini, pemerintah diminta untuk mencabut Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA).

Baca Juga: 4 Tuntutan di May Day, Tolak Buruh Asing hingga Upah Murah

Menurutnya, adanya aturan tersebut membuat kian membanjir TKA asal China yang bekerja sebagai buruh kasar di Indonesia, sehingga pekerja lokal mulai tergerus keberadaannya yang berakibat adanya pengangguran.

"Kami (pekerja) meminta agar Perpres tentang TKA dicabut. Dan pemerintah memberikan lapangan pekerjaan yang seluas luasnya kepada buruh di Indonesia," ujarnya di Kawasan Monas, Jakarta, Selasa (1/5/2018).

 

Selain itu lanjut Said Iqbal, pemerintah juga diminta untuk memberikan upah yang layak bagi para pekerja di Indonesia. Menurutnya upah yang diterima para buruh di Indonesia masih relatif kecil dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam.

Di Vietnam, rata-rata upah buruh adalah sebesar USD181 per bulannya atau Rp2.515.900 (mengacu kurs Rp13.900 per USD). Sementara upah rata-rata buruh di Indonesia hanya sebesar USD174 per bulan atau Rp2.418.600 (mengacu kurs Rp13.900 per USD).

"Upah kita masih di bawah dari Vietnam. Di sana (Vietnam) upahnya USD181 per bulan. Indonesia USD174 per bulan," ucapnya

 Baca Juga: Di Hari Buruh, Ojek Online Minta Dilegalkan

Apalagi lanjut Said Iqbal, harga kebutuhan di Indonesia relatif lebih mahal dibandingkan dengan negara tetangga. Sebagai contohnya adalah di Vietnam, harga beras di sana hanya Rp4.600 per kilogram, sementara di Indonesia harga beras termurah adalah Rp9.600.

"Upah kita lebih kecil tapi harga beras di Indonesia tiga kali lipat dari Vietnam," kata Said

 

Belum lagi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terus mengalami kenaikan setiap tiga bulannya. Padahal pemerintah menjanjikan agar harga BBM tidak mengalami kenaikan hingga tahun 2019.

Tarif listrik pun dikeluhkan oleh para buruh. Kini tarif listrik mengalami kenaikan setiap tiga bulannya, hal tersebut membuat kalangan buruh menjadi semakin tertekan.

"Upahnya tetap, harga BBM (pertalite) naik setiap tiga bulan, tarif listrik juga naik," ucapnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini