Bursa Saham Asia Mixed Kala AS-China Mulai Bahas Perdagangan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 03 Mei 2018 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 03 278 1893904 bursa-saham-asia-mixed-kala-as-china-mulai-bahas-perdagangan-yZIlmvUA9n.jpg Ilustrasi: Pergerakan Bursa Saham Asia Mixed (Shutterstock)

JAKARTA - Bursa saham Asia bervariasi pada perdagangan Kamis pagi waktu setempat, karena investor mencerna pernyataan Federal Reserve (The Fed) soal inflasi yang mendekati target 2%.

Seperti dilansir CNBC, Kamis (3/5/2018), indeks saham acuan Korea Selatan, Kospi berada di bawah tekanan dengan tergelincir 0,24%.

Sementara, indeks saham acuan Australia, ASX 200 naik 0,68% di tengah keuntungan berbasis luas terlihat di semua subindeksnya, dengan pengecualian sektor utilitas. Penguatan dipimpin oleh sektor material, produsen minyak dan saham konsumen. Sedangkan, pasar saham di Jepang libur pada hari Kamis.

 

Pelaku pasar juga mencerna keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga tidak berubah, sebuah langkah yang sesuai ekspektasi pasar. Sebab, Bank sentral mencatat bahwa inflasi mulai lebih tinggi.

Dalam pernyataan pasca-pertemuannya, Komite Pasar Terbuka Federal bank mengatakan, keseluruhan inflasi dan inflasi untuk barang-barang selain makanan dan energi telah bergerak mendekati 2%.

"Itu adalah peningkatan dari pertemuan Maret, ketika komite mencatat bahwa indikator telah terus berjalan di bawah 2%," kata laporan The Fed.

Investor telah menunggu pernyataan the Fed untuk petunjuk tentang prospek inflasi dan ekonomi.

 

Selain itu, perdagangan pasar saham juga akan menjadi fokus saat delegasi AS memulai negosiasi dengan mitra China mereka pada Kamis dan Jumat di Beijing.

Menteri Keuangan Steve Mnuchin, Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross dan Perwakilan Perdagangan Robert Lighthizer adalah salah satu pejabat AS yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.

Kinerja beragam di bursa saham Asia datang setelah Wall Street ditutup melemah, meskipun rilis pendapatan kuat.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini