Image

Pemilik Restoran The Duck King Lepas Saham di Harga Rp1.550-Rp1.950

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 21:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 16 278 1899173 pemilik-restoran-the-duck-king-lepas-saham-di-harga-rp1-550-rp1-950-aqVn5OtnKP.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pengelola jaringan restoran Chinese Food di Indonesia, PT Jaya Bersama Indo merealisasikan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Untuk itu, perseroan telah menetapkan harga saham.

Mengutip keterangan resmi perseroan di Jakarta, Rabu (16/5/2018), pemilik merek The Duck King ini menawarkan sebanyak-banyaknya 403,8 juta saham atau setara dengan 34,40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Direktur Utama Jaya Bersama Indo Limpa Itsin Bachtiar mengatakan, harga saham pada penawaran umum ditawarkan pada rentang Rp 1.550-Rp1.950 per saham.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin

"Kami telah menunjuk dua penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia dan PT Danareksa Sekuritas," ujarnya dikutip Rabu (16/5/2018).

Pada IPO ini perseroan menargetkan dapat meraih dana sebesar Rp625,89 miliar hingga Rp787,41 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis sebesar 80%. Sedangkan sisanya sekitar 20% untuk modal kerja.

"Kami akan memperluas usaha ke pasar internasional. Perseroan menyasar Vietnam, Myanmar, den Kamboja. Perseroan juga akan melanjutkan pembukaan gerai baru di sejumlah kota besar di Indonesia serta merenovasi gerai yang ada," jelas dia.

IHSG Pagi Ini Dibuka Turun Tipis 0,02%

Adapun masa penawaran awal (book building) akan berlangsung pada 16-23 Mei 2018. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan diperoleh pada 31 Mei 2018.

Masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 4-5 Juni 2018 dan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 8 Juni 2018.

Sekadar informasi, perseroan membuka restoran pertama di Senayan Trade Centre, Jakarta, pada 2003 dengan fokus pada masakan tradisional Tiongkok, tanpa daging dan lemak babi. Adapun hidangan utamanya adalah bebek Peking panggang.

Saat ini jumlah gerai perseroan sebanyak 35 gerai dan tersebar di sembilan kota di Indonesia. Perusahaan memiiiki tiga merek utama, yaitu The Duck King, Fook Yew, dan Panda Bowl, serta tujuh sub-merek dari The Duck King. Secara grup, perseroan telah mempekerjakan hampir 2.000 karyawan dengan 70 koki dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Tiongkok.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini