Image

Jinakkan Dolar AS, Rupiah Akhirnya Menguat ke Rp14.079/USD

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 08:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 278 1899281 jinakkan-dolar-as-rupiah-akhirnya-menguat-ke-rp14-079-usd-BwjvfpYkGB.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Jelang pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya menguat pada hari ini. Meski menguat, Rupiah masih berada di level Rp14.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis(17/5/2018) pukul 08.46, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.079 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.070-Rp14.080 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 15 poin atau 0,11% menjadi Rp14.073 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.048 per USD hingga Rp14.088 per USD.

 Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Sekedar informasi, BI hari ini akan mengumumkan salah satu kebijakan moneter yakni suku bunga acuan atau 7 Days Reverse Repo Rate (7-Days Repo Rate).

BI akan mengumumkan keputusan mereka untuk menahan, menurunkan atau menaikkan suku bunga acuannya.

Gubernur BI Agus Martowardojo pun telah memberikan sinyal kenaikan suku bunga acuan. Bila depresiasi terus berlanjut hingga berpotensi menghambat pencapaian sasaran inflasi dan menganggu stabilitas sistem keuangan, maka BI tidak menutup adanya ruang bagi penyesuaian suku bunga acuan.

"Kebijakan penyesuaian BI 7-Days Repo Rate tentunya akan dilakukan secara berhati-hati, terukur, dan bersifat data dependence, mengacu pada perkembangan data terkini maupun perkiraan ke depan," ujar Agus

 Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Sebelumnya, kurs dolar AS diperdagangkan menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena meningkatnya suku bunga obligasi pemerintah AS mendukung selera terhadap mata uang.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun mencapai 3,058% pada Selasa 15 Mei 2018, level tertinggi sejak 2011.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,64% menjadi 93,183 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1850 dari USD1,1943 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3510 dari USD1,3568 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7473 dari USD0,7529.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini