nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jembatan Kali Kuto Jadi Kebanggaan Indonesia di Kancah Dunia, Ini Alasannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 27 Mei 2018 09:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 27 470 1903305 jembatan-kali-kuto-jadi-kebanggaan-indonesia-di-kancah-dunia-ini-alasannya-enG2j22ARi.jpeg Jembatan Kali Kuto (Foto: Giri/Okezone)

SEMARANG - Pemerintah terus melakukan percepatan pada pembangunan jembatan lengkung Kali Kuto di ruas tol Batang-Semarang. Saat ini, progres pembangunan jembatan ini mencapai 70%.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan, jembatan ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Pasalnya, jembatan ini merupakan yang pertama di dunia, dimana lengkungannya langsung dirakit di lokasi proyek.

"Biasanya di-assemmbling di pabrik, ini dipasangin situ istilahnya, di lokasi proyek," ujarnya saat meninjau lokasi proyek di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/5/2018).

Basuki menambahkan, sebenarnya bentuk dan konsep dari jembatan Kalikuto sama dengan Jembatan Holtecampt di Jayapura, Papua. Hanya saja yang membedakan, lengkungan dari Jembatan Kali Kuto dirakit dilokasi proyek, sedangkan Holtecampt di bawa langsung dari Pabrik.

"Ini (jembatan Kalikuto) pertama di Dunia yang lengkungannya di rakit (di lokasi proyek)," ucapnya. 

Menurut Basuki, ada beberapa pertimbangan mengapa perakitan lengkungan tersebut dilakukan di lokasi. Salah satunya adalah, kondisi geografis dan kerawanan bencana.

Baca juga: Siap Sambut Pemudik, Begini Kondisi Jalan Tol Batang-Semarang


Perakitan lengkungan pada Jembatan Holtekamp di pabrik lantaran wilayah Jayapura rawan gempa. Sementara, di lokasi tempat Jembatan Kalikuto dibangun, relatif tidak rawan gempa sehingga aman untuk dirakit langsung di lokasi. 

Alasan lainnya, Jembatan Kalikuto memiliki beban yang cukup berat bila harus dirakit terlebih dahulu. Diperkirakan, beban dari lengkungan tersebut mencapai 2.400 ton.

"Kalau ini di-assembling di Jakarta atau di manapun bawanya akan susah. Sehingga ini di knock down, menjadi 12 pieces, 6-6, sekarang sudah dipasang 5-5, satu lagi tinggal nanti ditemukan," jelasnya. 

Baca Juga: Belum Ada SPBU, Bensin Wajib Full saat Mudik via Tol Pemalang-Batang

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Arie Irianto mengaku, perakitan jembatan sepanjang 100 meter ini cukup rumit. Sehingga  membutuhkan ketelitian yang tinggi.

Ke-12 segmen yang masing-masing telah dibagi enam, harus dirakit ke atas terlebih dahulu. Kemudian, bagian yang telah dirakit akan ditarik ke bawah untuk ditemukan antara ujung yang satu dengan yang lain. "Kalau tidak presisi, tidak ketemu nanti," ucapnya.

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini