nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bumi Serpong Damai Buy Back Saham Demi Pertumbuhan

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2018 14:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 29 278 1915647 bumi-serpong-damai-buy-back-saham-demi-pertumbuhan-fSpk5jNfzi.jpg BSDE akan melakukan buy back saham. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), menyetujui rencana PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) untuk melakukan aksi korporasi buy back saham dalam waktu 18 bulan ke depan.

Langkah ini dilakukan lantaran harga saham perseroan saat ini dinilai terlalu murah.”Perseroan melihat harga saham BSDE sekarang dibandingkan dengan nilai company sebenarnya terlalu murah," kata Direktur BSDE, Hermawan Wijaya di Jakarta.

Baca Juga : Naik 98%, Bumi Serpong Damai Cetak Laba Bersih Rp2,3 Triliun

Menurutnya, aksi korporasi ini dilakukan dengan posisi likuiditas dan pendanaanyang dianggap cukup baik, juga bagi pemegang saham. Hermawan mengungkapkan, BSDE belum menetapkan kapan waktu yang tepat untuk merealisasikan aksi buy back tersebut. Namun yang pasti, tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah untuk menjaga harga saham.

Melihat Aktivitas Para Karyawan di Ruang Trading Saham

Dari total dana yang dialokasikan yakni Rp3,26 triliun untuk buy back, perseroan masih mencari strategi yang tepat untuk merealisasikannya. "Kalau kami lihat, harga sekarang sekitar 1.660-an, itu pun sudah termasuk rendah," kata Hermawan.

Sementara, kata Hermawan pada saat dilakukan pembelian saham pertama kali, maka itu menjadi harga tertinggi. Sehingga, untuk berikutnya saham harus dibeli di bawah itu dan menurutnya harus ada strategi untuk menerapkan langkah tersebut. Disampaikannya, secara teoritis dana yang disiapkan sebesar Rp3,26 triliun mengacu ke nilai 10% dengan asumsi harga sekarang. Namun perseroan tidak mungkin menyebut nilai tertentu, karena belum jelas acuannya.

Baca Juga : Bumi Serpong Damai Pangkas Obligasi Jadi Rp650 Miliar

Kemudian dalam mendukung ekspansi bisnisnya, emiten properti ini akan mencari pendanaan di pasar lewat penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMT-HMETD). Dari aksi korporasi itu, BSDE membidik Rp 9 triliun, dengan asumsi harga Rp1.698 per saham. Nantinya, dana hasil PMT-HMETD akan digunakan untuk membeli lahan, mendukung infrastruktur dan menambah modal kerja. "Penambahan lahannya masih di sekitar BSD City," ujar Hermawan.

Genjot Mahasiswa

BSDE menetapkan porsi PMT-HMETD maksimal 10% saham, dengan waktu eksekusi dua tahun. Alhasil, PMT-HMETD bisa dilakukan kapan pun selama sesuai dengan rentang waktu yang ditetapkan. Manajemen BSDE belum bisa menyebutkan secara pasti kapan aksi PMT-HMETD dilaksanakan. Saham BSDE bisa ditawarkan ke investor asing maupun lokal. Untuk aksi korporasi tersebut, BSDE juga sudah mengantongi restu dalam RUPSLB yang digelar kemarin.

https://img-z.okeinfo.net/library/images/2018/06/20/7ciyi6trql5rzwrdapuw_20206.jpg

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini