nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masalah Garuda Belum Tuntas hingga Batas Tukar Uang Lama

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 09:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 01 320 1916330 masalah-garuda-belum-tuntas-hingga-batas-tukar-uang-lama-unezmVClMO.jpg Foto: Maskapai Garuda Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury kembali menyambangi kantor Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Kedatangannya kali ini masih membahas rencana mogok Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia dan Asosiasi Pilot Garuda pada Juli 2018.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) telah mencabut dan menarik empat pecahan uang kertas tahun emisi 1998 dan 1999. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008.

Di sisi lain, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan melakukan pembatasan lalu lintas khusus angkutan barang. Hal ini bertujuan untuk mensukseskan event olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Ketiga berita tersebut merupakan berita terpopule selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya :

Bos Garuda Minta 'Perlindungan' Menko Luhut, Bereskan Mogok Kerja Pilot dan Karyawan

Usai bertemu Luhut, Pahala mengatakan, saat ini sedang dicari solusi untuk membereskan masalah, di mana Kemenko Maritim akan memfasilitasi masalah ini.

"Kita sekarang menjalankan proses ini berdiskusi dan difasilitasi oleh kantor Menko adalah untuk menghindari kejadian tersebut. Kita berharap kejadian tersebut tentunya tidak terjadi," tuturnya, di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Menteri BUMN Rini Soemarmo Didesak Evaluasi Kinerja Direksi Garuda Indonesia

Pahala mengaku, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi bila mogok kerja benar dilakukan. Hanya saja, dirinya lebih memilih tidak mengungkapkan apa strategi meredam hal tersebut.

"Tentunya kita melakukan antisipasi-antisipasi tapi kita berharap tentunya hal ini tidak terjadi melalui fasilitasi dan mediasi yang dilakikan oleh Kantor Menko bersama-sama Kementerian BUMN," ujarnya.

Asal tahu saja, keputusan akan mogoknya serikat karyawan dan pilot Garuda Indonesia dilakukan lantaran ketidakpercayaannya karyawan dengan kepemimpinan Garuda saat ini. Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Tomy Tampatty pun khawatir ketidakpercayaan ini akan berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan.

"Kami sangat menghormati langkah dari pemerintah di bawah Bapak Menko Kemaritiman yang membantu menyelesaikan permasalahan missmanagement di tubuh Garuda Indonesia," tuturnya.

Untuk itu, serikat pilot dan pekerja akan menanti keputusan yang akan diambil di bawah pimpinan Luhut. Rencananya, keputusan pemerintah soal Garuda akan keluar pada Minggu pertama Juli 2018. Jika tidak puas, Tomy mengatakan, mogok akan dilakukan.

4 Uang Pecahan Ini Tidak Bisa Digunakan Lagi, Tukar ke BI Sebelum Terlambat

(BI) masih memberikan waktu kepada masyarakat untuk menukarkan empat pecahan uang kertas tahun emisi 1998 dan 1999. Sebab, jika tidak ditukarkan hingga batas waktu yang ditentukan, uang tersebut tidak berlaku lagi.

“Bagi masyarakat yang masih memiliki uang pecahan emisi tersebut, masih dapat melakukan penukaran ke Bank Indonesia hingga 31 Desember 2018,” tulis keterangan di website BI, Senin (25/6/2018).

Berikut adalah beberapa pecahan uang kertas Rupiah yang ditarik BI:

- Uang pecahan Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien),

- Uang pecahan Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan

- Uang pecahan Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta, berbahan polymer).

Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar uang, adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas.

 


 

Gerak Kendaraan Berat Dibatasi di Tol Ini Selama Asian Games 2018

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, kebijakan pembatasan angkutan barang ini dikhususkan untuk kendaraan golongan III, IV dan V. Dan pembatasan ini akan dilakukan pada ruas-ruas tol tertentu saja.

"Paket kebijakan ini merupakan pengembangan lanjut dari konsep ganjil genap yang telah diusulkan Dishub Pemprov DKI Jakarta, setelah kami melakukan kajian intensif perlu kebijakan yang lebih komperhensif untuk mendukung kelancaran transportasi selama penyelenggaraan Asian Games," ujarnya saat ditemui dalam acara halalbihalal, di Hotel Harris, Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Menurut Bambang, pada masa penyelenggaraan Asian Games pembatasan lalu lintas angkutan barang akan diperluas ke ruas Tol Cawang-Tj Priok, ruas Tol Pelabuhan, ruas Tol Cawang TMII dan ruas Tol Cawang Cikunir

Saat ini sendiri telah berlaku pembatasan lalu lintas angkutan barang pada ruas tol Cawang-Tomang-Pluit dan Tomang-Kembangan dimana kendaraan angkutan barang tidak boleh melintas pada ruas tol tersebut di luar pukul 22.00 WIB-05.00 WIB.

"Angkutan barang, dalam kota kan dilakukan pengaturan jam perjalanan mereka lewat JORR," ucapannya.

Kebijakan tersebut nantinya akan dilaksanakan ujicoba pada pekan depan. Tepatnya pada tanggal 2 Juli 2018 mendatang.

(ulf)

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini