Pasalnya, pemasukan dari pajak cukup untuk menutupi defisit APBN. Apalagi dengan kebaikan harga minyak dunia yang akan mendorong peningkatan penerimaan pajak dari sektor migas.
Selain itu, defisit Indonesia juga dinilainya masih cukup aman. Apalagi, target defisit sebesar 2,19% juga sudah disetujui oleh anggota dewan.
"Pertama kalau kita sebutkan APBN bisa jalan buktinya bisa jalan. Apakah dengan utang baru, kan APBN sudah defisit 2,19% untuk keseluruhan tahun 2018. Kalau harga Minyak naik kurs melemah penerimaan pajak naik karena pajak migas dan PNBP meningkat. Kalau murni dari situ sebenarnya defisit kita lebih kecil karena ada biaya tambahan subsidi. Tapi Secara total maksimal 2,19%," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.