nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saham Teknologi Bawa Wall Street Menguat

Inews, Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 08:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 06 278 1918675 saham-teknologi-bawa-wall-street-menguat-5Y8jgg6SXS.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Wall Street berakhir menguat pada perdagangan, Kamis (5/7/2018) waktu setempat karena sektor teknologi melonjak sehingga memengaruhi indeks secara menyeluruh. Namun, pelaku pasar tetap mencermati kebijakan Amerika Serikat (AS) yang pekan ini menerapkan tarif impor untuk produk asal China.

Mengutip CNBC, Jumat (6/7/2018) indeks Dow Jones Industrial Average naik 181,92 poin menjadi 24.356,74, dengan saham Intel dan Walgreens Boots Alliance berperforma paling baik.

Sementara itu, indeks S & P 500 naik 0,9% menjadi ditutup ke 2,736.61 karena teknologi naik 1,5%. Indeks komposit Nasdaq naik 1,1% menjadi 7.586,43 karena Facebook, Amazon, Netflix dan Google-induk Alphabet semuanya menguat.

 

AS diperkirakan akan mengaktifkan tarif 34 miliar dolar AS untuk barang-barang China pada hari ini. Sementara China diperkirakan menanggapi tindakan serupa dengan menerapkan tarif impor terhadap produk asal AS.

"Proteksionisme Presiden Trump pasti akan memengaruhi ekonomi global," kata Direktur Pelaksana di TS Lombard, Dario Perkins.

Ketegangan perdagangan telah menahan kenaikan pasar saham baru-baru ini karena investor resah atas dampak tarif. Sentimen seputar perdagangan sedikit mereda setelah duta besar AS untuk Jerman mengatakan ada penundaan tarif impor pada produsen mobil Eropa.

 

Saham teknologi melonjak pada Kamis, karena Micron naik 2,6%. Perusahaan itu mengonfirmasi bahwa China menahan penjualan Chip, tetapi situasinya hanya akan berdampak kecil pada pendapatannya.

Federal Reserve merilis ringkasan pertemuannya yang paling baru. Ringkasan ini menunjukkan bahwa bank sentral khawatir bahwa membiarkan ekonomi berjalan terlalu kuat dapat menyebabkan kemerosotan ekonomi yang signifikan. Pada pertemuan terakhir di bulan Juni, Fed meningkatkan suku bunga acuan jangka pendeknya. Selain itu, bank sentral mengisyaratkan bahwa dua kenaikan suku bunga diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun.

"The Fed ingin keluar dari sikap akomodatifnya dan data ekonomi benar-benar mulai mendukung itu," kata Managing Principal di Logan Capital Management, Stephen Lee.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini