nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelabuhan Kijing Mulai Dibangun dengan Masa Konsesi 69 Tahun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 16:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 12 320 1921454 pelabuhan-kijing-mulai-dibangun-dengan-masa-konsesi-69-tahun-T5WxMwwnBo.jpg Foto: Pembangunan Pelabuhan Kijing Dimulai (Giri/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan dan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) menandatangani perjanjian konsesi pembanguan dan pengusahaaan jasa kepelabuhan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat. Jangka waktu perjanjian konsesi tersebut akan berlangsung selama 69 tahun.

Penandatanganan Perjanjian Konsesi ini dilakukan oleh Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya dan Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak, Bintang Novi. Dalam penandatanganan ini juga turut disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya mengatakan, dengan ditandatanganinya perjanjian konsesi ini maka pihaknya bisa segera melakukan pembangunan. Sebab, dengan penandatangan ini, izin pembangunan dari Kementerian Perhubungan bisa segera terbit.

 

Seperti diketahui, pemerintah memberikan penugasan Pelindo II atau IPC untuk pembangunan dan melaksanakan pengusahaan Jasa Kepelabuhanan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat.

"Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, selanjutnya akan dilakukan penerbitan izin pembangunan dari Kementerian Perhubungan. Dengan adanya izin ini, IPC dapat memulai pembangunan fisik berupa pemasangan tiang pancang baik di darat maupun di laut," ujarnya dalam acara penandatangan perjanjian konsesi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Elvyn mengaku jika sebelumnya pihaknya juga sudah melakukan beberapa pekerjaan sambil menunggu izin pembangunan yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan. Pengerjaan tersebut adalah seperti pembersihan lahan dan persiapan untuk pemasangan tiang pancang.

"Paralel menunggu waktu ditandatanganinya perjanjian konsesi, IPC juga telah melakukan pekerjaan pembersihan lahan dan melakukan soil investigation survey yang disiapkan untuk pemasangan tiang pancang tersebut," jelasnya.

 

Elvyn menambahkan, Teminal Kijing dikembangkan dengan konsep digital port yang dilengkapi peralatan bongkar muat modern. Sejak awal Terminal Kijing dirancang untuk memfasilitasi kegiatan bongkar muat kapal-kapal besar. Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Terminal Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan.

Keberadaannya akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.

“Perencanangan pembangunan Terminal Kijing yang terletak di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, sudah dilakukan pada April 2018," ucapnya.

Sebagai informasi, adapun ruang lingkup perjanjian konsesi ini meliputi pemberian hak kepada IPC untuk melakukan pembangunan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan, termasuk pengembangan terminal beserta fasilitas pendukungnya sesuai dengan tahapan pembangunan di area konsesi.

Selain itu perjanjian ini juga sekaliguemberikan penetapan objek perjanjian konsesi, pelaksanaan penyusunan dan pungutan tarif jasa kepelabuhanan di Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak.

Perjanjian juga mengatur mengenai pembayaran pendapatan konsesi dan penyerahan aset dari IPC kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak.

Untuk pembangunan Terminal Kijing, IPC telah menunjuk PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai pelaksana dengan nilai proyek sebesar Rp2,74 Triliun. WIKA akan melaksanakan pembangunan terminal dari sisi konstruksi dermaga laut, port management area, jembatan penghubung, container yard serta fasilitas lainnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini