nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minggu Depan, Mendag Boyong Pengusaha Indonesia ke Amerika Bahas GSP

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 21:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 13 320 1922164 minggu-depan-mendag-boyong-pengusaha-indonesia-ke-amerika-bahas-gsp-M7IA1n4dPh.jpg Foto: Mendag Bahas GSP ke Amerika Minggu Depan (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama pelaku usaha dan pemangku kepentingan akan berkunjung kerja ke Amerika Serikat (AS) pada 21-28 Juli 2018.

Kunjungan ini terkait review fasilitas Generalized System Preference (GSP) pada 3547 lini tarif yang dilakukan pemerintah AS. Artinya AS tengah mengkaji untuk menarik tarif khusus yang diberikan kepada produk ekspor Indonesia, sehingg berdampak pada naiknya bea masuk produk Indonesia ke Negeri Paman Sam, sehingga kunjungan kerja ini bertujuan menjaga keseimbangan hubungan dagang antara Indonesia dengan AS, dan akan menjadi pertemuan resmi pertama Kemendag dengan mitra kerjanya di AS sejak masa pemerintahan Presiden Trump awal 2017.

"Pemerintah Indonesia akan berupaya menjaga dan mengamankan pasar komoditas ekspor Indonesia ke negara-negara tujuan ekspornya untuk mencapai target pertumbuhan ekspor 11%. Oleh karena itu, pemerintah harus sigap bertindak jika ada indikasi pasar ekspornya akan mengalami hambatan," ujar Enggar dalam konferensi pers di Gedung Kemendag, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

 Mendag Enggartiasto Lukita Ingat 3 Tugas dari Presiden Jokowi

Dia menjelaskan, kunjungan ke AS kali ini berupaya menjaga agar kepentingan ekspor Indonesia tidak terganggu karena AS adalah negara mitra dagang utama kedua setelah China.

Menurutnya, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diundang langsung terkait review GSP, dari dua negara lainnya yakni Khazaktan dan India.

Undangan ini merupakan hasil dari lobi secara tertulis yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Selain itu, Mendag Enggar juga dijadwalkan bertemu Menteri Perdagangan AS serta menggalang dukungan dari industri dalam negeri AS.

Salah satu agenda yang akan dibahas adalah kenaikan tarif impor besi baja dan aluminium ke AS. lndonesia diagendakan memenuhi undangan Duta Besar United States Trade Representatives (USTR) untuk membahas review AS terhadap negara-negara penerima GSP. Indonesia juga akan mengangkat isu defisit perdagangan AS dari Indonesia.

"Indonesia siap bermitra dengan AS untuk mengidentifikasi dan mengatasi isu defisit perdagangan karena kedua negara memiliki produk dan jasa yang tidak bersaing, tetapi saling melengkapi,” kata Enggar.

 Mendag Enggartiasto Lukita Ingat 3 Tugas dari Presiden Jokowi

Selain pertemuan bilateral, kunjungan ke AS juga akan dilakukan forum bisnis bersama para pengusaha asal AS. Enggar akan memboyong antara lain perwakilan Kadin Indonesia, asosiasi-asosiasi, serta para pengusaha sebagai bagian dari delegasi Indonesia dalam forum bisnis tersebut.

Beberapa pertemuan yang diagendakan antara lain adalah dengan United States Chamber of Commerce serta peiaku usaha AS dalam format one-on-one business matching.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini