MEMASUKI semester kedua 2018, investor pasar modal umumnya melakukan rebalancing atau penyesuaian portofolio dengan memilih saham-saham baru. Bisa juga menjadi waktu bagi investor baru untuk masuk membeli saham pada semester kedua, ketika harga saham tengah menurun. Salah satu strategi memilih saham-saham yang sesuai dengan profil risiko dan pemahaman investor adalah dengan mencermati laporan keuangan Perusahaan Tercatat (perusahaan publik).
Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perusahaan Tercatat atau Perusahaan Publik wajib menyampaikan kepada OJK dan mengumumkan kepada masyarakat laporan keuangan tahunan paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Sementara untuk laporan keuangan tengah tahunan wajib disampaikan paling lambat pada akhir bulan pertama setelah tanggal laporan keuangan tengah tahunan, jika tidak disertai laporan Akuntan.

Kedua laporan keuangan, baik laporan keuangan tahunan maupun laporan keuangan tengah tahunan, wajib diumumkan dalam paling sedikit satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, juga dicantumkan dalam situs web masing-masing Perusahaan. Untuk Perusahaan Tercatat yang tercatat di Bursa, kewajiban penyampaian laporan keuangan berlaku juga untuk laporan keuangan Triwulan I dan laporan keuangan triwulan III.
Tujuan dari pengumuman kepada masyarakat dan pencantuman laporan keuangan pada situs web masing-masing Perusahaan adalah agar publik memiliki akses mudah mendapatkan laporan keuangan tersebut. Karena laporan ini dapat dijadikan pedoman untuk membuat riset sederhana tentang kondisi fundamental Perusahaan Tercatat, sekaligus menilai prospek perusahaan masing-masing.
Baca Juga: Sambut Akhir Pekan, IHSG Makin Dekati Level 6.000
Agar bisa membuat riset sederhana sebagai bahan pertimbangan memilih saham, seorang investor atau calon investor perlu punya gambaran sederhana tentang cara memahami laporan keuangan. Ini penting bagi investor sebelum membuat keputusan berinvestasi. Langkah pertama, penting untuk mencermati laporan direksi atau manajemen perusahaan. Pada bagian ini manajemen menjelaskan tentang perjalanan perusahaan, prospek, serta rencana bisnis ke depan.
Langkah berikut mencermati angka-angka yang tertera dalam laporan keuangan. Informasi penting yang perlu dicermati adalah neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, serta catatan atas laporan keuangan. Yang terutama perlu dicermati seorang investor bila tidak sempat membaca yang lainnya adalah neraca dan laporan direksi.
Neraca menggambarkan posisi keuangan perusahaan, yang isinya berupa catatan tentang aktiva (aset), kewajiban (utang), serta ekuitas (modal). Aktiva atau aset adalah segala sesuatu yang dimiliki perusahaan, sedangkan pasiva (kewajiban dan ekuitas) merupakan gambaran tentang apa dilakukan perusahaan untuk memperoleh atau membiayai aset.
Ada beberapa poin penting dalam neraca yang perlu dicermati. Poin pertama adalah pos pendapatan usaha. Poin ini bisa memperlihatkan perusahaan dalam tren positif atau sebaliknya dari sisi operasional. Jika pendapatan usaha perusahaan dalam posisi positif ini tandanya kinerja perusahaan dalam kondisi baik.