Indonesia Targetkan Jeruk Keprok Jadi Ekspor Andalan 2020

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 18 Juli 2018 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 18 320 1923961 indonesia-targetkan-jeruk-keprok-jadi-ekspor-andalan-2020-zEsTRA3fAW.jpg Foto: Reuters

BATU - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong produksi jeruk keprok dengan membagikan sejuta batang benih bibit unggul. Pada 2020 jeruk keprok yang dihasilkan dari bibit unggul ditargetkan bisa diekspor ke mancanegara.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pelepasan bantuan sejuta batang benih jeruk keprok unggul dan pupuk secara gratis bertujuan menggenjot produksi dalam negeri sehingga bisa menggeser jeruk impor, bahkan bisa diekspor.

“Saya minta Dirjen Hortikultura tahun depan menambah benihnya dua kali lipat. Hal ini atas permintaan Presiden Jokowi untuk memberikan 30 juta batang benih beserta pupuk kepada para petani secara gratis,” kata Amran di Kebun Percobaan Punten, Batu, Jawa Timur.

Menurut dia, jeruk merupakan salah satu komoditas yang sangat potensial dikem bangkan di Indonesia. Mengingat komoditas jeruk mempunyai peran penting untuk memenuhi kebutuhan konsumsi buah masyarakat Indonesia. Selain itu, membuka kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

Jeruk yang berkembang di Indonesia digolongkan menurut jenisnya, yaitu jeruk siam, jeruk keprok, dan jeruk besar (pamelo). Amran menjelaskan, kinerja Kementan ditunjukkan dengan meningkatnya populasi jeruk sekitar 5% per tahun. Populasi tanaman jeruk berkisar antara 53.000 hektare (ha).

Luas panen jeruk diproyeksikan meningkat sampai dengan 2020, yaitu sebesar 2,03% per tahun. Dengan demikian, pada 2020 luas panen jeruk diproyeksikan menjadi 61.788 ha.

“Demikian juga dengan produksinya sampai dengan 2020 diproyeksikan naik dengan rata-rata pertumbuhan 4,93% per tahun, di mana pada 2020 produksi jeruk akan mencapai 3.246.994 ton,” jelasnya.

 

Sementara pola perkembangan produksi jeruk besar selama kurun waktu 2010 hingga 2017 cenderung meningkat. Pada 2017 produksi jeruk keprok secara nasional telah mencapai 2.165.189 ton dan produk si jeruk besar mencapai 130.130 ton.

Amran optimistis jeruk keprok yang dihasilkan dari bibit unggul akan menggantikan jeruk impor sehingga pada 2020 ditargetkan produksinya bisa ekspor ke berbagai negara. “Ini tidak mustahil asal kita kerja keras. Buktinya, dulu kita impor jagung 3,5 juta ton, tapi sejak 2017 kita sudah ekspor jagung,” ujarnya.

Lebih lanjut Amran mengatakan, tahun ini Kementan membagikan sejuta bibit jeruk un tuk petani dan pada 2019 jum lahnya akan ditingkatkan menjadi 2 juta pohon beserta dengan pupuknya. Dengan di tanamnya satu juta pohon jeruk, Indonesia bisa menekan impor hingga 25% dan dengan menanam 2 juta pohon bisa menekan 75%.

Sementara itu, Kepala Puslitbang Hortikultura, Badan Litbang Pertanian Hardiyanto mengatakan, Kebun Percobaan Punten selain menyiapkan bibit untuk bantuan petani, juga melayani permintaan secara komersial. “Saat ini permintaan bibit jeruk meningkat tajam seiring dengan tekad Kementan untuk swasembada jeruk, bahkan ekspor ke mancanegara,” katanya.

Kepala Balai Penelitian Jeruk Tropika (Balitjestro) Ma lang Taufik Ratuloe menam bah kan, pihaknya siap menyediakan satu juta bibit jeruk tahun ini dan dua juta bibit jeruk tahun depan sesuai perintah Mentan. “Bahkan sesungguh nya sudah lama kami melayani permintaan bibit petani dari seluruh pelosok Tanah Air,” tegasnya.

Lebih lanjut Taufik menegaskan, perbanyakan bibit jeruk ini sangat sederhana yakni melalui penyemaian batang jeruk yang toleran terhadap penyakit akar. Lalu setelah tumbuh, bibit disambung dengan stek varietas unggul sesuai permintaan pasar.

Dengan cara ini, maka tanaman jeruk tumbuh baik karena memiliki sistem perakaran yang kuat dan efektif menyerap unsur hara. Selanjutnya tanaman akan menghasilkan jeruk dengan produktivitas tinggi dan kualitas baik sesuai dengan stek yang disambungkan.

Untuk diketahui, komoditas jeruk menempati urutan ketiga sebagai buah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indone sia pada 2015 dan 2016, dengan tingkat konsumsi 3,28 kg per kapita per tahun pada 2015 yang naik menjadi 3,60 kg per kapita per tahun pada 2016.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional yang menyoroti konsumsi dan pengeluaran rumah tangga, jeruk menempati urutan pertama untuk pengeluaran buah rata-rata masyarakat Indonesia (dalam rupiah), baik di desa maupun di kota.

Negara tujuan ekspor jeruk Indonesia dengan bentuk hasil segar yang terbesar adalah Malaysia (1.017,67 ton), Prancis (43.016 ton), Saudi Arabia (26.510 ton), Belanda (8.107 ton), dan Singapura (1.501 ton). (Heru Febrianto)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini