nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Mandiri Enggan Danai Pembelian Saham Freeport, Kenapa?

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 19 Juli 2018 20:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 19 320 1924737 bank-mandiri-enggan-danai-pembelian-saham-freeport-kenapa-Fl50KB8y38.jpeg Laporan Keuangan Bank Mandiri (Foto: Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Jajaran bank pelat merah dipastikan tidak ikut andil dalam mendanai pembelian 51% saham PT Freepot Indonesia. Untuk menguasai saham tambang emas itu, pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) harus merogoh kocek sebesar USD3,85 miliar atau setara dengan Rp55,44 triliun (mengacu kurs Rp14.400).

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, keputusan tersebut terkait dengan kondisi likuiditas valuta asing di perbankan Indonesia sebagai akibat dari pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Sebab, ketika Rupiah melemah, nasabah cenderung menyimpan Dolar AS di luar negeri ketimbang di Indonesia.

Untuk itu, lanjut Tiko, perbankan tengah melakukan pengetatan terkait dengan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) untuk valas.

Akhirnya, Divestasi 51% Saham Freeport Ditandatangani 

"Sehingga untuk mendanai di skala besar, memang di Dolar ini kita kan lagi challenging. Memang kita menyampaikan, bahwa mungkin dikasih kesempatan yang bank asing dulu," kata dia di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Jika terus dipaksakan menggunakan dana dari perbankan dalam negeri, maka dikhawatirkan akan mengganggu kebutuhan Dolar dalam negeri, yang ujungnya justru makin menekan Rupiah.

Belum lagi, perhitungan tenor dan kupon untuk pinjaman besar tersebut, diakui Tiko, sulit untuk masuk dalam perhitungan perbankan dalam negeri.

"Karena untuk bank lokal untuk mendapatkan dana funding dengan size besar itu. Dengan tenor seperti di zaman sekarang ini kita kan mencari funding-nya enggak mudah," kata Tiko.

Akhirnya, Divestasi 51% Saham Freeport Ditandatangani 

Sebelumnya, hal tersebut juga telah disampaikan oleh Ketua Himpunan Bank Negara (Himbara), sekaligus Direktur Utama BTN Maryono. Senada, Maryono mengatakan, bank negara tak ikut serta melakukan pembiayaan modal bagi Inalum dalam mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51%.

"Kami dari BTN tidak akan ikut dalam pembiayaan dalam pengalihan saham Freeport dan empat bank BUMN juga kemungkinan sama. Tidak ikut dalam pembiayaan," ujar Maryono.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni juga telah menegaskan pihaknya tidak ikut serta dalam pembiayaan divestasi saham 51% freeport. Sebab, ada beberapa penawaran yang justru dinilai akan memberatkan perseroan.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini