nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dilegalkan, Vape Indonesia Setara dengan Inggris dan Selandia Baru

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 15:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 23 320 1926119 dilegalkan-vape-indonesia-setara-dengan-inggris-dan-selandia-baru-a6LpX5Ge7A.jpg Ilustrasi Rokok Elektrik (Foto: Zeenews)

JAKARTA - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah menyerahkan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) kepada pengusaha produk tembakau alternatif atau produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL).

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Aryo Andrianto menilai, penyerahan ini merupakan tanda resminya produk HPTL dilegalisasi di Indonesia. Adapun legalitas produk HPTL terdiri dari rokok elektrik atau vape, molase tembakau, tembakau hirup, dan tembakau kunyah tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.164/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang memberlakukan cukai terhadap produk HPTL.

“Ini langkah pemerintah dalam melegalkan produk HPTL.Tentunya ada banyak proses yang harus dilakukan sampai pada tahapan ini, tetapi semua bisa terbayar hari ini karena telah dinyatakan resmi di Indonesia. Sekarang, artinya kita setara dengan Inggris dan Selandia Baru yang telah mengakui produk tembakau alternatif seperti vape dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar secara resmi,” jelas Aryo, Senin (23/7/2018).

Ditjen Bea Cukai Resmi Menerapkan Tarif Cukai pada Cairan Vape Sebesar 57 Persen

Legalitas produk ini juga terangkum dalam PMK No.66/PMK.04/2018 tentang tata cara pemberian, pembekuan, dan pencabutan nomor pokok pengusaha barang kena cukai, PMK No.67/PMK/04/2018 tentang perdagangan barang kena cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai atau pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya, serta PMK No.68/PMK/04/2019 tentang pelunasan cukai.

Aryo juga melanjutkan bahwa pelegalan produk HPTL di Indonesia merupakan suatu kemajuan bagi industri yang baru berkembang beberapa tahun ini.

“Pertumbuhan produk tembakau alternatif yang terus menampilkan laju kenaikan ini memiliki potensi besar ke depan. Sekarang, karena sudah resmi legal oleh pemerintah, maka industri ini bisa lebih besar lagi,” ucap Aryo.

Sementara itu, Pembina Asosiasi Vapers Indonesia (AVI) Dimasz Jeremia mengatakan, ini suatu langkah bagus dari pemerintah Indonesia untuk kemajuan inudtri ini. Pasalnya, legalisasi ini membuktikan bahwa produk tembakau alternatif seperti vape dan produk tembakau yang dipanaskan adalah produk sah yang telah diakui pemerintah.

"Ini memperjelas posisinya berbeda dengan rokok. Saya rasa ini poin utama yang harus masyarakat tahu. Jangan sampai produk tembakau alternatif yang berpotensi memiliki risiko kesehatan lebih rendah daripada rokok tetap dipandang sama bahayanya. Ke depan, semoga langkah yang dilakukan oleh Pemerintah kita ini juga bisa diikuti oleh negara-negara ASEAN lainnya seperti Filipina, Singapura, dan Malaysia untuk melegalkan produk tembakau alternatif,” ucap Dimasz.

(feb)

Dalam implementasi cukai tersebut, Dimasz berharap ke depan pemerintah dapat mempertimbangkan kembali soal besaran cukai yang diterapkan.

“Sebagai konsumen dengan cukai 57% ini terlalu besar ya. Kami harap pemerintah bisa mempertimbangkan sisi konsumen yang mana kebanyakan pengguna produk tembakau alternatif adalah perokok yang sedang beralih ke produk yang lebih rendah risiko. Jadi, kalau harganya dipatok tinggi, ini jadi kesulitan juga untuk kami,” terang Dimasz.

Ditjen Bea Cukai Resmi Menerapkan Tarif Cukai pada Cairan Vape Sebesar 57 Persen

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menegaskan, melalui diberlakukannya PMK ini, maka produk HPTL kini telah dinyatakan legal secara tata hukum perundangan.

“Dengan dicukaikannya produk HPTL, salah satunya vape, maka dapat dikatakan bahwa sudah ada kejelasan dari sisi peraturan dan pemerintah, sudah tidak lagi abu-abu. Ke depan, produk HPTL akan dicantumkan pita cukai dengan tarif yang sesuai dengan peraturan yaitu 57%. Kita harapkan semua akan menjadi lebih jelas dan terarah untuk produk ini,” terang Heru.

(feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini