Share

60% Mainan Impor dari China, Bagaimana Kondisi Industri dalam Negeri?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 24 Juli 2018 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 24 320 1926632 60-mainan-impor-dari-china-bagaimana-kondisi-industri-dalam-negeri-OCeJxICGJD.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Maret 2018 mencapai USD14,49 miliar atau naik 2,13% dibandingkan Februari. Salah satu yang naik adalah impor mainan.

BPS mencatat impor mainan, games dan alat olahraga per 17 Oktober 2017 senilai USD 240,2 juta (Rp3,24 triliun) atau tumbuh 49,91% dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya mencapai USD160,2 juta (Rp 2,16 triliun).

Mainan impor yang paling banyak diimpor ke pasar nasional adalah ice skate dan roller skate dengan volume 5,770 ton. Kemudian, kartu mainan sebanyak 3,190 ton; kelereng atau gundu sebanyak 2,790 ton dan rakitan model yang diperkecil seperti model pesawat terbang dan semacamnya sebanyak 1,870 ton.

 Kebijakan Baru untuk Penumpang Pesawat Soal Barang Bawaan Mainan Impor Tak Ber-SNI

Sementara itu, dilihat dari negara asal, China menjadi negara yang paling banyak mengirimkan mainan ke Indonesia, disusul Singapura, Denmark, Malaysia dan Jepang.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia Lukas Sutjiadi, saat ini pasaran mainan masih stabil tidak terlalu lesu seperti pada kuartal pertama. Meski pasar mainan impor berkisar 65%-70%

"Di mana sekitar 60% berasal dari China, tidak terlalu mempengaruhi industri mainan anak dalam negeri," kata Lukas dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Untuk meningkatkan pertumbuhan pasar dan industri mainan, lanjut dia, pihaknya bersama ChaoYu Expo dan Peraga Expo kembali akan menyelenggarakan pameran B2B (business to business) industri mainan dan perlengkapan anak terkemuka di Indonesia, Indonesia International Toys & Kids Expo (IITE) 2018 pada 26-28 Juli 2018 bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran.

 Kebijakan Baru untuk Penumpang Pesawat Soal Barang Bawaan Mainan Impor Tak Ber-SNI

Pameran ini dinilai platform yang tepat bagi para pemain di industri mainan dan perlengkapan anak, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnisnya. Pameran yang fokus di sektor B2B memberikan kesempatan kepada para pemain industri untuk dapat saling bertukar informasi dan menemukan peluang untuk dapat berkolaborasi dalam mengembangkan usaha dalam jangka panjang.

"Indonesia adalah pasar mainan anak yang besar. Hal ini didukung dengan pertumbuhan jumlah penduduk, ekonomi dan kebutuhan mainan yang terus meningkat," ujar General Manager ChaoYu Expo Jason Chen, selaku penyelenggara pameran IITE 2018.

Pada tahun ini sebanyak 116 perusahaan dari China, Hongkong, Malaysia, Thailand dan Indonesia mengikuti pameran IITE 2018, dengan menggunakan area pameran dua kali lipat lebih luas dari tahun kemarin. 15 % dari peserta pameran berasal dari Indonesia.

Kebijakan Baru untuk Penumpang Pesawat Soal Barang Bawaan Mainan Impor Tak Ber-SNI

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini