nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Kalau Neraca Perdagangan Surplus, Kita Tinggal Kipas-Kipas

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 26 Juli 2018 13:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 26 20 1927626 presiden-jokowi-kalau-neraca-perdagangan-surplus-kita-tinggal-kipas-kipas-NcF5xCEawZ.jpg Presiden Jokowi (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo berupaya untuk memperbaiki neraca perdagangan dan juga transaksi berjalan Indonesia. Sebab saat ini keduanya dinilai menjadi tantangan besar karena dalam kondisi defisit.

Seperti diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalir defisit sepanjang semester I-2018 sebesar USD1,74 miliar. Sedangkan transaksi berjalan Indonesia juga mengalami defisit sebesar USD25 miliar.

Presiden Instruksikan Kepala Daerah Permudah Izin Investasi Berorientasi Ekspor 

Menurut Jokowi, jika kedua masalah tersebut bisa diselesaikan, perekonomian Indonesia tidak akan tergoyahkan. Meskipun kondisi perekonomian global sedang dalam kondisi ketidakpastian.

"Kalau kita sudah surplus neraca perdagangan kita, mau ada gejolak apa kita bisa kipas-kipas. Defisit transaksi berjalan kita sudah surplus ya sudah kita kipas-kipas," ujarnya dalam acara pembukaan Rakornas PTID, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Oleh karena itu lanjut Jokowi, dirinya meminta kepada kepala daerah untuk menarik investor sebanyak-banyaknya.Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Gubernur, Walikota, dan Kabupaten untuk memudahkan proses perizinan. Khususnya investasi yang berorientasi pada dua hal. Yang pertama adalah investasi yang berorientasi pada ekspor dan investasi yang bersubtitusi pada impor.

 Presiden Instruksikan Kepala Daerah Permudah Izin Investasi Berorientasi Ekspor

"Oleh sebab itu saya titip kepada Gubernur Bupati Wali Kota urusan yang berkait dengan investasi yang orientasinya ekspor atau investasi yang itu adalah substitusi barang-barang yang impor sudahlah jangan ada pembicaraan lagi," jelasnya.

Bahkan kalau bisa lanjut Jokowi, perizinan investasi di daerah bisa dilakukan dalam hitungan detik saja. Sehingga perusahaan tersebut bisa dengan cepat membangun perusahaan atau pabriknya di Indonesia.

"Tutup mata langsung suruh bangun investasi itu investor itu perusahaan itu. Karena ini yang kita butuhkan. Jangan mikir panjang panjang, jangan ditanya macam-macam sehingga batal enggak jadi investasi di provinsi di kabupaten kota daerah Bapak Ibu semuanya. Sekali lagi yang namanya investasi yang orientasinya ekspor buka lebar-lebar," kata Jokowi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini