Share

Naik 15%, PP Properti Raup Laba Rp188 Miliar di Semester I-2018

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 30 Juli 2018 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 30 278 1929272 naik-15-pp-properti-raup-laba-rp188-miliar-di-semester-i-2018-2EBzMoiclA.jpg Ilustrasi Properti (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2018. Tercatat anak perusahaan PT PP Tbk (PTPP) ini berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp188 miliar atau tumbuh 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp163 miliar.

Direktur Utama PPRO Taufik Hidayat mengatakan, peningkatan laba ditopang oleh pertumbuhan penjualan atau marketing sales. Sampai dengan semester I tahun 2018 marketing sales naik signifikan 80% dibandingkan periode yang sama menjadi Rp2,7 triliun.

Pertumbuhan marketing sales disokong dari penjualan residential sekitar 90% dan commercial (hospitality dan shopping mall) sekitar 10%.

"Seiring dengan datangnya kepercayaan investor asing asal Dubai ke Surabaya beberapa pekan lalu, marketing sales PPRO pun turut terangkat," kata Taufik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/7/2018).

Proyek-proyek residential yang tengah digarap perseroan antara lain, Grand Kamala Lagoon, Grand Sungkono Lagoon, Grand Shamaya, Grand Dharmahusada Lagoon, Ayoma, Amarta View, Begawan, dan lainnya. Sedangkan commercial diantaranya Park Hotel Jakarta, Park Hotel Bandung, Swissbel Hotel Balikpapan, Kaza City dan Mall Lave GKL.

Selain itu, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (DER) pada posisi Juni 2018 adalah 0,75 kali dengan current ratio 2,69 kali.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan aset sebesar 32% dari Rp10,71 triliun di semester I-2017 menjadi Rp14,19 triliun pada semester I 2018.

Taufik mengatakan, untuk semester II-2018 diharapkan perseroam akan menerima pembayaran atas transaksi Bulk Sell yang muncul di Semester I-2018 dengan perkiraan nilai Rp756 miliar.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, tahun ini perseroan hanya menyiapkan belanja modal Rp1,8 triliun, di mana sekitar 75% diantaranya akan digunakan untuk pembayaran cicilan lahan Perseroan dan sisanya untuk pengembangan hotel dan mall juga setoran modal anak usaha. Sampai dengan Juni 2018 sudah terserap sekitar 40% dari total belanja modal tahun ini.

“Sebagian besar belanja modal kami prioritaskan membayar cicilan landbank, kalaupun ada hutang sifatnya hanya untuk refinancing. Dengan begitu rasio keuangan akan terkendali dimana hutang berbunga akan diminimalisir," lanjut Taufik.

Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan top line marketing sales mencapai Rp3,8 triliun, sedangkan untuk bottom line ditargetkan berkisar Rp510-Rp530 miliar.

"Rencana di semester II-2018 kami akan melaunching beberapa produk baru, di antaranya apartemen di kawasan Kertajati, Entrance Suramadu, launching tower baru Grand Kamala Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon," tutup Taufik.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini