JAKARTA – Banyak negara dan pengembang menginginkan pembangunan kota impian dengan papan reklame yang membangun imajinasi indahnya sebuah landmark. Juga dilengkapi dengan iklan di televisi yang sangat masif. Namun, nyata pembangunan bak kota berhantu.
Contohnya, di Pyongyang, ibu kota Korea Utara, sebuah menara piramida yang kosong membayangi kota. Ketika konstruksi dimulai di Ryugyong Hotel pada 1987, pemerintahan Korea Utara membayangkan bahwa itu adalah sebuah cerminan dari kekuatan dan kapabilitas pemerintahannya.
Dengan rencana bangunan setinggi 985 kaki ini, bangunan itu akan menjadi tower terbesar di negara tersebut. Namun, ketika gedung pencakar langit senilai miliaran dolar itu telah mencapai puncak, Korea Utara secara misterius malah mengabaikan proyek itu.
Tentunya, pengembangan megaprojek tersebut sudah salah arah, karena beberapa alasan seperti anggaran yang besar dan waktu kontruksi yang sudah melampaui, desain yang gagal, korupsi,dan kegagalan untuk mengisi unit-unit.
Mari kita lihat ke sebagian megaproyek impian di seluruh dunia namun berujung mengecewakan.
1. Ekpektasi dari Yujiapu China: Pusat finansial yang meniru seperti Manhattan

Menurut laporan, pembukaan dari Lincoln Center, rencananya akan membangun distrik finansial di Yujiapu, zona industri pesisir di Area Baru Binhai Tianjin. Terinspirasi oleh Kota Manhattan, dana yang dialokasikan bernilai USD30miliar.
Ketika konstruksi dimulai pada tahun 2009, pengembang mengumbar janji akan menjadikan Yuijapu sebagai pusat finansial, yang dipenuhi dengan gedung-gedung tinggi, ruang terbuka,dan kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan distrik dengan Beijing. Sangat modern.
Realitanya: Sebuah gedung yang terabaikan dan konstruksi yang diberhentikan

Konstruksi dari projek tersebut terhenti pada tahun 2014. Pada saat itu, Gao Fei dari Properti Centaline mengatakan bahwa pembangunan sudah "gagal sebelum itu dimulai", menurut China Selatan Morning Post.
2. Membangun Kota Hutan "Surga Impian” di Malaysia dengan penghuni 70.000 orang.

Rencananya Malaysia akan memiliki empat pulau buatan. Pengembangnya adalah China Country Garder. Di salah satu iklan, perusahaan menyebutnya sebagai "surga impian bagi semua umat manusia."
Proyek ini senilai USD100 miliar dan bisa mengakomodasi kebutuhan warga hingga tahun 2040. Jika dihitungan, kabarnya pulau tersebut akan memiliki kepadatan yang lebih dibandinkan Manhattan.
Di tahun 2016, kosntruksi dimulai dari bangunan kantor kota, taman, jaringan transit, hotel, restoran, perbelanjaan, sekolah, dan 250.000 unit rumah.
Kenyataannya: Kota hantu dengan tower mewah

Tetapi pada April, hampir 60 pembeli rumah (70%-nya warga China), membatalkan sewanya di Forest City.
3. Ekspektasi dari Gelanggang Kapal di San Francisco, impian lingkungan tepi laut yang relatif terjangkau

Di sudut tenggara San Francisco, mega pembangunan Lennar dan sumber penghasilannya, Five Point, mengubah bekas lokasi uji coba nuklir menjadi lingkungan tepi laut bernama San Francisco Shipyard.
Megaprojek itu berlokasi di lingkungan Hunters Point San Francisco dengan nilai proyek USD8 miliar. Fasilitas di pengembangan itu termasuk perbelanjaan, restoran, bar, ruang terbuka publik, dan rumah-rumah indah yang menghadap ke Teluk. Pembangun mengatakan konstruksi akan selesai pada awal tahun 2030.
Pembangunan kota impian diiming-imingi untuk hunian yang terjangkau di San Francisco, dengan biaya tipikal dari dua kamar tidur senilai USD1 juta. (Rata-rata harga rumah di San Francisco senilai USD1,6 juta, menurut Curbed). Penduduk pertama mulai pindah ke rumah di musim panas 2015.
Realitanya: Area yang dibangun sebagian kini terbungkus dalam gugatan senilai USD27 miliar.

Laporan menemukan bahwa kotraktor pemerintahan sudah melonggarkan pembersihan bahkan sebelum konstruksi dimulai. Artinya sebagian area dekat kondominium, mungkin masih terkontaminasi dengan bahan beracun yang tersisa.
4. Ekspektasi dari Tianducheng: Sebuah replika Paris di China

Di tahun 2017, pembangun mulai membuat replika dari Paris di Tianducheng, China. Kota tersebut dilengkapi replika dari struktur Paris lainnya, seperti Gardens of Versailles.
Bahkan, kota ini memiliki replika seperti Eiffel Tower setinggi 354 kaki, ini 1/3 dari ukuran aslinya- sama seperti bangunan Paris lainnya. Tianducheng didesain dengan kapasitas 10.000 orang.
Realitanya: Kota hantu hanya dengan 2.000 orang

5. Ekspektasi dari Oculus di kota New York: Sepenggal kisah dramatis arsitektur pasca-9/11.

Sesudah kejadian 9/11 pada tahun 2011, Kota New York memulai proses panjang dan tetap berlanjut proses untuk membangun kembali tower di Distrik Finansial. Sebagai bagian dari upaya rekontruksi, arsitek Santiago Calatrava untuk mendesain transit hub yang baru dekat One World Trade Center.
Calatrava disebut sebagai bangunan yang menonjol di antara gedung pencakar langit lainnya.
Kenyataanya: Stasiun kereta api yang membosankan dan mahal yang terlihat kuno seperti Distrik Finansial di Manhattan lainnya.

6. Ekspektasi dari Olimpiade Park di Rio: Membuka kodominium yang luas dan menjual venue olahraga baru sesudah Pertandingan.
Pertandingan Olimpiade di Rio de Janeiro mengabiskan biaya sebesar USD13 miliar kombinasi dari uang pribadi dan publik.
Biaya tersebut untuk membangun venue, membuka jalur kereta bawah tanah baru, merenovasi pelabuhan, dan membersihkan Teluk Guanarbara. Kereta bawah tanah menghabiskan biaya USD2,9 juta, menurut Associated Press.
Pejabat berencana untuk mengubah Olimpiade Village, menjadi kondominiumn mewah setelah pertandingan. Mereka juga menyiapkan pelelangan untuk menjual venue.
Realitanya: Para pejabat kehilangan uangnya pada pelelangan, dan situs tersebut menjadi menjadi laman yang membahayakan bagi kantong konsumen.
Pemandian air panas Rio menjadi berwarna oranye karena lumpur dan air hujan. Kurang dari lima bulan setelah perhelatan Olimpiade selesai.
7. Ekspektasi dari Korea Selatan Distrik Bisnis Internasional di Songdo: Lingkungan yang bersahabat dan dekat dengan utopia bebas mobil.
Distrik senilai USD40 miliar - saat ini sedang dalam tahap pengerjaan sama dengan pusat kota Boston - didesain untuk mengurangi penggunaan mobil.
Proyek yang dimulai di tahun 2002, International Business District (IBD)di Sangdo, Korea Selatan, memprioritaskan transit massal, seperti bus, kereta bawah tanah, dan pesepeda. Menurut Stan Gale, pemilik Gale Internasional, pembangun di balik IBD, mereka tidak memprioritaskan lalu lintas jalan.
Desainnya memotong emisi gas rumah kaca sebanyak sepertiga dibandingkan dengan kota lain dengan ukuran yang sama. Ketika selesai pada tahun 2020, distrik ini direncanakan mencapai 100 juta kaki persegi.
Realitanya: kota yang sudah yang siap dipakai di mana sebagian para penduduk berusaha untuk menemukan komunitasnya.
Ketika IBD mungkin sudah ramah lingkungan, sebagian penduduk melaporkan bahwa distrik itu mempunyai masalah karena menjadi pusat kota yang hidup.
Ketika CityLab Linda Poon mengunjungi Sangdo di musim semi, dia berkata bersama para penduduk yang kesusahan membangun komunitas di kota baru itu.
"Banyak orang yang hidup di sini, tetapi kamu tidak bisa melihat mereka," seorang penduduk, Lindy Wenselaers, kepada CityLab. "Jadi kota ini hidup, tapi tidak terlihat."
Sebagian penduduk juga mengeluh bahwa IBD dan kota besar Sangdo itu terlalu jauh dari Seoul, pusat ekonomi, politik, dan hubungan kebudayaan. Menghabiskan waktu satu jam untuk sampai di ibu kota.
8. Ekspektasi dari Rugyong Hotel di Korea Utara: tower yang mencolok, ramai di Pyongyang yang dapat menjadi gedung tertinggi.
Konstruksi dari Rugyong Hotel di Korea Utara mulai dibangun pada tahun 1987. Rencananya akan dibuka sebagai hotel tertinggi di dunia.
Hotel yang berbentuk seperti piramid itu didesain untuk menampung lebih dari 3.000 kamar dan lima restoran.
Di tahun 2011, laporan menyarankan hotel tersebut akan dibuka pada tahun berikutnya, tetapi tidak ada pengumuman yang dibuat. Skenario yang sama terjadi pada tahun 2012.
Estimasi dari konstruksi itu berkisar dari USD1 miliar sampai USD2 miliar.
Realitanya: Hotel tertinggi di dunia itu tidak pernah selesai dan pemandangan yang menyakitkan mata di tengah-tengah kota.
Menurut Guinness World Records, lebih dari 30 tahun terlewati setelah Hotel Ryugyong seharusnya dibuka ke umum, dan hotel menjadi bangunan tertinggi yang belum terselesaikan di dunia.
Konstruksi pada bangunan tersebut berhenti sepenuhnya karena dana dari Uni Soviet mengering pada tahun 1992, dan struktur itu dijuluki "Hotel of Doom" karena penundaan selama puluhan tahun.
9. Ekspektasi dari CityCenter: Kompleks dengan menara 49 lantai yang menambah cakrawala di Las Vegas Strip.
Lebih dari 10 tahun yang lalu, MGM Mirage telah berencana untuk menambahkan tower setinggi 49 lantai ke langit Las Vegas Strip, yang bergabung dalam komplek CityCenter.
Realitanya: MGM menghabiskan lebih dari USD11 juta untuk menghancurkan hotel senilai USD275 juta tersebut
Di tahun 2008, ditemukan bahwa baja di lantai 26 pertama tidak akan dapat mendukung lantai yang tersisa, dan konstruksi terhenti.
MGM dan Tutor Perini Building Co., selaku pengembang, menjalankan perkelahian hukum,kedua belah pihak saling menuduh melanggar kontrak mereka.
Gugatan itu tidak pernah diadili, karena para keduabelah pihak mencapai kesepakatan pada tahun 2014.
Intinya, bangunan tersebut harus dihancurkan karena bisa runtuh ketika ada gempa bumi.
Hotel mulai dibongkar pada 2014, dan prosesnya dikabarkan menghabiskan sekitar USD11,5 juta, selesai di tahun berikutnya.
10. Harapan untuk Penn Station yang dikembangkan kembali di New York City: Sebuah pusat transit hemat biaya daripada pendahulunya.
Dengan menjamurnya perjalanan udara yang terjangkau dan Sistem Jalan Raya Interstate pada pertengahan abad ke-20, para pengemudi kereta api mulai menurun. Pada akhir 1950-an, New York City berjuang untuk membayar pemeliharaan dasar Penn Station.
Graham-Paige, perusahaan yang membeli hak atas gedung Penn Station dan ruang di atasnya, mengumumkan rencana pada tahun 1962 untuk membangun arena olahraga baru, Madison Square Garden. Sebagai gantinya untuk hak udara, pemilik stasiun - Pennsylvania Railroad - akan mendapatkan stasiun baru, ber-AC di bawah tanah tanpa biaya, serta 25% saham di Madison Square Garden Complex.
Pada tahun 1963, Penn Station dibuldoser dan dipindahkan di bawah permukaan jalan. Biaya proyek tidak diketahui, tetapi tidak murah.
Realitanya: stasiun kereta api yang suram dan bau di ruang bawah tanah.
Penn Station hari ini merupakan stasiun paling sibuk di Amerika Utara, dan mendapat julukan "Neraka Komuter New York."
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.