JAKARTA – Usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) agar ada pembatasan impor bagi mobil mewah mendapatkan dukungan dari banyak kalangan.
Usulan ini dinilai akan memberikan dampak positif bagi upaya perbaikan stabilitas perekonomian nasional utamanya mencegah defisit neraca perdagangan. Usulan pembatasan impor mobil mewah disampaikan JK dalam acara bussines lunch beberapa waktu lalu. Pembatasan impor mobil mewah bertujuan menjaga neraca perdagangan Indonesia. Jika hal tersebut terjadi maka akan menekan tingginya impor dibanding ekspor nasional, sehingga berujung pada surplusnya neraca perdagangan Indonesia.
“Kami menilai usulan wakil presiden merupakan hal positif yang harus didukung oleh semua kalangan termasuk mereka para penghobi mobil mewah,” ujar Anggota DPR Ahmad Sahroni, di Jakarta.

Dia menilai, usulan tersebut masuk akal mengingat saat ini neraca perdagangan Indonesia cenderung negatif dan membutuhkan langkah-langkah konkret agar kembali stabil. Penghentian impor mobil mewah dinilai sebagai satu langkah nyata agar neraca perdagangan kembali surplus. “Kami menilai memang saat ini dibutuhkan langkah nyata agar perekonomian kembali stabil,” katanya.
Sahroni yang juga menjabat sebagai anggota Komisi III DPR ini mengungkapkan, sebagai pribadi dan mantan presiden salah satu klub pemilik supercar, dirinya tentu merasa sedih jika pemerintah mengeluarkan kebijakan penghentian mobil mewah di atas 3.000cc. Namun sebagai warga negara Indonesia, dirinya menekankan pecinta supercar harus mau mendukung langkah pemerintah yang berupaya menstabilkan perekonomian.
